Arsip Harian: 15 Juni 2011

Pantai Selatan Lombok yang Menakjubkan

Pulau Lombok memang menyimpan keindahan yang tiada duanya. Tidak hanya pantai di gugusan tiga Gili namun ternyata pantai selatan pulau ini menawarkan keindahan yang luar biasa. Pantai-pantai di selatan lombok ini memang belum begitu familiar di telinga apalagi jika dibandingkan dnegan pantai-pantai di Pulau Bali.

Perjalanan menuju pantai selatan dimulai dari kota Mataram, dengan mobil kijang yang kami sewa, kami meluncur menuju Kabupaten Lombok Tengah. Tujuan pertama kami adalah pantai Kuta. Untuk menuju Pantai Kuta diperlukan waktu kurang lebih satu jam dari Kota Mataram. Kondisi jalan di Lombok ini benar-benar dapat membuat saya tertidur dengan mudah :) . Untuk sampai di pantai ini juga tidaklah sulit karena petunjuk jalan cukup memberikan informasi dengan jelas. Namun untuk sarana transportasi menuju daerah ini memang masih kurang, ada baiknya menyewa mobil/motor di mataram sehingga dapat menghemat waktu. Setelah hampir satu jam berkendaraan kami akhirnya tiba di pantai Kuta, Lombok Tengah Yeaaaaaaaaaaayyyy !!!!

Pantai Kuta yang Cerah

Pantai Kuta yang Cerah

Beautiful Kuta

Beautiful Kuta

Kuta's Landscape

Kuta's Landscape

Sayangnya kenyamanan menikmati keindahan pantai ini harus sedikit terganggu dengan keberadaan pedagang asongan yang cukup “ngeyel” alias maksa. Sebenarnya sah sah saja berjualan dimana saja namun perlu cara-cara yang santun agar wisatawan tertarik untuk membeli, dan yang paling penting adalah membuat para pengunjung merasa nyaman datang ke tempat ini.

Setelah puas menikmati keindahan Pantai Kuta, kami meluncur ke arah timur pantai ini menuju Pantai Tanjung Aan. Kondisi jalan menuju pantai ini cukup baik namun relatif lebih kecil. Tidak sampai setengah jam kami sudah tiba di Pantai Tanjung Aan. Here they are…Tanjung Aan views :D

Tanjung Aan

Tanjung Aan

Great Beach

Great Beach

Beautiful Sky

Beautiful Sky

Saya Suka Gradasi Warnanya :)

Saya Suka Gradasi Warnanya :)

Setelah puas bermain main di Tanjung Aan, kami kembali menuju barat melewati pantai Sager dan Kuta. Awalnya kami ingin langsung menuju Senggigi untuk mengejar Sunset dan Perang Rotan di Pasar Seni Senggigi namun karena waktu masih siang akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Mawun masih di selatan Pulau Lombok. Pantai Mawun berada sekitar 30 Km  sebelah barat dari Pantai Kuta. Sebenarnya pantai ini bisa dicapai hanya dengan waktu kurang dari satu jam, namun karena kondisi jalan yang kurang baik jadilah diperlukan waktu sekitar 45-60 menit ke pantai ini. Medan menuju pantai Mawun ini berbukit-bukit namun dari atas bukit kita juga dapat menikmati hamparan pantai selatan lombok yang menakjubkan. Untuk menuju pantai ini sebenarnya terdapat angkutan umum, namun karena okupansinya snagat kurang jadi perjalanan menuju/dari pantai ini sangatlah minim.

Andri on Action

Andri on Action

Satu jam perjalanan, kami tiba di Pantai Mawun. landscape pantai ini sekilas mirip pantai-pantai yang ada di Flores pantai dengan background bukit. Satu kata untuk menggambarkan pantai ini..Beautiful !!!

Beautiful Mawun

Beautiful Mawun

Love It

Love It

Great Sky

Great Sky

Memandangi Birunya Laut

Memandangi Birunya Laut

Keindahan pantai ini membuat kami betah berlama-lama disini sampai-sampai kami pun terlambat menuju Senggigi :D . Walaupun terlambat menuju Senggigi namun kami tidak terlalu menyesal karena pemandangan yang diberikan pantai selatan lombok tidak mengecewakan.

Mengunjungi Dusun Tradisional Sade

Ada banyak desa-desa tradisional di Lombok, salah satunya adalah Dusun Sade di Desa Rambitan, Lombok Tengah. Tidak sulit menemukan dusun ini karena letaknya yang mudah dijangkau. Terletak di pinggir jalan raya antara Mataram dan Praya, dusun ini juga biasa dijadikan tempat bersinggah bagi wisatawan sebelum atau mungkin sesudah berkunjung ke pantai selatan lombok.

Berangkat dengan menggunakan mobil carteran, saya, Andri, Amri dan Dajon meluncur ke arah selatan lombok. Sebenarnya hanya butuh waktu setengah jam saja untuk mencapai dusun ini namun kami singgah sebentar di Bandara Internasional Lombok (BIL) yang sedang dalam tahap akhir proses pembangunan. Bandara ini lebih luas daripada Bandara Selaparang dengan desain yang minimalis dan futuristik (seperti Bandara Hassanudin di Maksasar). Rencananya jika pembangunan bandara internasional ini tidak mengalami kendala sekitar bulan oktober bandara ini siap beroperasi dan beberapa maskapai internasional siap merapat disini guna menumbuhkan pariwisata Pulau Lombok. Dari BIL kami meluncur ke selatan dan tidak sampai 20 menit akhirnya kami tiba di dusun Sade ini. tidak ada tarif resmi untuk memasuki kawasan dusun ini, namun di depan pintu masuk tamu diwajibkan mengisi daftar kunjungan dan juga “infak” seadanya yang nantinya digunakan untuk masyarakat Sade sendiri.

BIL Under Construction

BIL Under Construction

Welcome to Sade

Welcome to Sade

Dusun ini dihuni oleh Suku Sasak, suku asli Pulau Lombok. Mata pencaharian mereka adalah bertani dan wanita di dusun ini rata-rata pandai menenun. Dengan menggunakan alat tenun tradisional, mereka membuat kerajinan tenun yang nantinya di jual kepada para wisatawan yang datang ke desa ini.

Memintal Benang untuk Menenun

Memintal Benang untuk Menenun

Rumah-rumah yang ada disini juga sangat sederhana terbuat dari kayu, bambu dan beratapkan daun alang-alang kering. Yang unik dari rumah tradisional ini adalah lantainya yang secara berkala diolesi dengan kotoran lembu tujuannya  agar terbebas dari serangan nyamuk yang mengganggu dan selain itu dipercayai juga agar terbentengi dari gangguan-gangguan yang bersifat magis.  Ada pertanyaan dari teman saya mengenai bau kotoran lembu ini dan kemudian dijawab oleh guide kami bahwa pada saat masih basah memang menimbulkan bau yang cukup menyengat namun bau itu perlahan lahan lenyap seiring mengeringnya kotoran lembu itu.

Rumah Tinggal Masyarakat Sade

Rumah Tinggal Masyarakat Sade

Lumbung Padi (Bumi Gora) Khas Suku Sasak

Lumbung Padi (Bumi Gora) Khas Suku Sasak

 

Tangga Menuju Ruangan Dalam

Tangga Menuju Ruangan Dalam

Rumah tradisional ini hanya memiliki 2 ruangan saja yaitu bagian depan dan bagian dalam. bagian depan ini diperuntukkan bagi laki-laki dan ibu. sedangkan bagian dalam diperuntukkan bagi wanita yang masih lajang. Ruangan dalam ini memiliki letak yang lebih tinggi dibandingkan dengan ruangan depan.

Kain Tenun Karya Wanita Sade

Kain Tenun Karya Wanita Sade

Buah tangan Khas Masyarakat Sasak

Buah tangan Khas Masyarakat Sasak

Sebelum meninggalkan dusun ini, ada baiknya membeli buah tangan hasil kerajinan masyarakat Dusun Sade seperti kain tenun, ukiran kayu ataupun sekedar gantungan kunci. Selain membawakan buah tangan untuk kerabat membeli cenderamata penduduk lokal juga menjadi salah satu cara kita untuk ikut meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.