Arsip Kategori: aku dan kereta

KA Malabar

Tanggal 30 April 2010 merupakan hariyang bersejarah bagi PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 2 Bandung, karena pada hari ini sebuah kereta trayek baru diluncurkan.

First Run by CC20417

First Run by CC20417

KA Malabar, itulah namanya..singkatan dari Malang-Bandung Raya ini diluncurkan tanggal 30 April kemarin. Kereta ini merupakan kereta resmi milik Daerah Operasi (DAOP) 2 Bandung. Kereta ini akan melayani koridor Bandung-Jogjakarta-Solo Balapan-Madiun-Kertosono-Kediri-Blitar sampai dengan Malang dengan waktu tempuh kurang lebih selama 16 jam. Dalam perjalanannya kereta ini membawa 9 gerbong dengan formasi 2K1+KMP+3K2+2K3+1BP

Eksekutif Malabar

Eksekutif Malabar

Bisnis Malabar

Bisnis Malabar

Ekonomi Plus Malabar

Ekonomi Plus Malabar

semoga saja dengan peluncuran kereta ini relasi antara Bandung-Malang menjadi lebih lancar dan yang pasti memberikan solusi bagi warga yang hendak bepergian ke kedua kota tersebut. dan harapannya okupansi kereta ini terus membaik sehingga tidak akan ada lagi penghapusan-penghapusan kereta seperti sebelumnya :)

Parahyangan Terakhir

Bisnis 1 KA 69

Bisnis 1 KA 69

sebelum KA Parhyangan dihentikan operasinya tanggal 27 April 2010 besok, saya sebagai railfans tidak mau menyia-nyiakan kesempatan terakhir saya bersama kereta yang sudah hampir 40 tahun beroperasi ini. Berangkat dari stasiun Bandung pukul 13.00 saya menaiki KA 69 yang ditarik Loko CC201 100 membawa 7 rangkaian dengan formasi 4K2+KMP+2K1 . Tepat pukul 13.00 kereta berjalan meninggalkan satsiun bandung menuju Jakarta (Gambir)

berbicara sedikit mengenai KA Parahyangan, kereta ini disekitar tahun 90an sampai dengan awal 2000an sempat menjadi Primadona trayek bandung-Jakarta dan sebaliknya saat itu sebelum ada Jalan Tol Cipularang waktu tempuh kereta api merupakan yang tercepat dibandingkan dengan menggunakan bus yang harus memakan waktu sekitar 5 jam karena harus melewati daerah Puncak ataupun purwakarta.

perjalanan menggunakan kereta api ini saya pikir perjalanan yang sangat menarik, karena di petak antara Purwakarta sampai dengan Padalarang penumpang akan dinamanjakan dengan pemandangan alam tatar Priangan yang begitu cantik dan mempesona sehingga walaupun perjalanan memakan waktu kerang lebih 3 jam penumpang tidak akan bosan karena akan terus disuguhi pemandangan yang bagus.

kemudian semenjak tahun 2005 ketika jalur Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) dibuka perlahan tapi pasti penumpang banyak yang memilih jalan tol tersebut karena waktu tempuh yang dapat direduksi menjadi 2,5 jam saja untuk petak Jakarta-Bandung. Relative singkatnya waktu tempuh jakarta-bandung membuat usaha travel semakin potensial sehingga tidak berselang lama kemudian usaha travel menjamur dan menggarap penumpang kereta api. dari situlah kemudian penumpang kereta beralih ke angkutan travel dan membuat penurunan okupansi kereta api.

balik lagi ke perjalanan terakhir saya bersama KA Parahyangan, kereta ini bejalan cukup cepat sampai dengan padalarang, kemudian  berhenti untuk silang dengan KA 68 dari Padalarang kereta melaju tanpa berhenti untuk persilangan (Argo Gede aja sampei berhenti untuk mempersilahkan KA 69 melaju). Namun di Petak Ciganea-Purwakarta kereta melaju dengan sangat lambat ini dikarenakan ada perbaikan rel yang diakibatkan labilnya struktur tanah di daerah tersebut (sempat beberapa kali longsor) sampai dengan stasiun Purwakarta kereta berhenti untuk menurunkan penumpang dan bersilang dengan KA 70. setelah bersilang kereta melaju kembali dengan cepat tidak lebih dari satu jam kereta telah sampai di stasiun Bekasi, kemudian berhenti untuk menurunkan penumpang. setelah itu kereta kembali melaju menuju satsiun Jatinegara dan berakhir di stasiun Gambir. KA 69 15 menit lebih lambat sampai di stasiun Gambir

perjalanan terakhir bersama KA Parahyangan yang tidak pernah membosankan, semoga dengan penghapusan KA Parahyangan muncul KA lain yang okupansinya lebih bagus. Terima kasih telah setia mengantarkan saya Bandung-Jakarta dan sebaliknya :)

Goodbye…and Rest In Peace :)

Bandung-Surabaya bersama KA Turangga

Bisa dibilang ini pengalaman pertama saya menggunakan kereta eksekutif jarak jauh. Biasanya klo saya mblusukan paling banter pake kereta ekonomi yang tidak lain dan tidak bukan karena alasan harga yang sesuai kantong nekad traveller seperti saya :D . berawal dari event ITB fair saya mendapatkan tiket gratis dari PT KAI yang melontarkan beberapa pertanyaan dan sayapun tidak mengalami kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut (railfans gitu looh…) dan sebagai kompensasinya saya diberikan tiket gratis KA Eksekutif Turangga P.P

Saya memang sangat menyukai kereta api dan salah satu kereta yang saya sukai adalah Turangga Eksekutif New Image. Sebenarnya rangkian baru KA Turangga ini merupakan hasil dari “daur ulang”  rangkaian-rangkaian kereta lain atau istilahnya rangkaian retrofit. Kereta ini mempunyai desain mirip dengan pesawat baik dari segi eksterior yaitu bentuk jendela yang mirip pesawat dan dari segi interior berupa bagasi tertutup dan tempat duduk yang cukup nyaman dengan pitch seat yang cukup lebar. Selain itu tiap rangkaian KA Turangga dilengkapi dengan televisi layar datar sebagai teman dalam perjalanan dan untuk anda yang ingin mengerjakan report dalam kereta tidak usah khawatir tidak bisa membuka notebook, karena dalam setiap seat disediakan terminal listrik yang bisa digunakan untuk men-charge notebook ataupun sekedar men-charge handphone. Setiap perjalanan penumpang juga diberikan bantal dan selimut agar bisa beristirahat dengan nyaman.

Interior KA Turangga

Eksekutif 1 KA 38

Berbicara mengenai sejarah, kereta ini pertama kali dilucurkan pada tanggal 2 september 1995 dengan menggunakan rangkaian campuran (eksekutif-bisnis) akan tetapi semenjak Oktober 1999 semua rangkaiannya diubah menjadi kelas eksekutif dan sejak 19 Januari 2009 rangkaian KA Turangga ini diubah menjadi KA Turangga Eksekutif New Image. Ada dua kereta lain yang mempunyai rangkaian retrofit diantaranya KA Sembrani relasi Jakarta Kota-Surabaya Pasar Turi dan KA Gajayana relasi Jakarta Kota-Malang. Nama Turangga sendiri mempunyai arti kuda tunggangan para raja/bangsawan di Jawa yang melambangkan kendaraan yang bisa melaju dengan kencang dalam berbagai cuaca.

Perjalanan Bandung-Surabaya yang menempuh jarak sekitar 699 km ini ditempuh dalam waktu 13 jam, berangkat dari Bandung pukul 19.00 dan tiba di Surabaya pukul 08.20 sedangkan keberangkatan dari Surabaya pukul 18.00 dan tiba di Bandung pukul 07.10. Dalam setiap perjalanannya KA Turangga biasa membawa 7 rangkaian eksekutif (K-1),1 kereta restorasi (KMP) dan 1 kereta pembangkit (BP) atau jika high season seperti hari raya rangkaiannya bisa ditambah menjadi 8 rangkiaan eksekutif (K-1)

Perjalanan saya menuju Surabaya (dan sebaliknya) menggunakan KA Turangga benar-benar saya nikmati, berada di rangkaian 1 (pergi) dan rangkaian 3 (pulang). Kru KA sangat ramah apalagi prami-nya (CMIIW) namun sayang AC yang dipasang terlalu dingin sehingga membuat saya bersin-bersin. Perjalanan sangat tepat waktu, bahkan ketika tiba di Surabaya kereta telah masuk stasiun pukul 08.00, 20 menit lebih awal (saluutt buat masinisnya..) dalam perjalanannya kereta akan berhenti di beberapa stasiun untuk menaikan dan menurunkan penumpang diantaranya Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Kutoarjo, Jogja Tugu, Solo Balapan, Madiun, Kertosono dan Mojokerto, kereta juga akan berhenti di stasiun Cipendeuy biasanya untuk check karena medan yang dilalui cukup menanjak sehingga kereta harus dipastikan dalam kondisi yang sangat baik, jika tidak mungkin bisa double traksi. Oiya..rangkaian Turangga yang saya naiki ditarik oleh Lokomotif CC20414 punyanya DIPO induk Bandung :)

Dapet seat 5C

CC20414

Perjalanan yang menyenangkan bersama Turangga, dan saya masih ingin mecicipi perjalanan lain bersama kereta yang lain :D

Mangan ora mangan sing penting nyepur !!!!!

One day in Surabaya

Ceritanya kemarin saya mau pake tiket gratis voucher dari PT KAI perjalanan ke Surabaya pake KA Eksekutif Turangga, karena tiket voucher cuma berlaku sampai tanggal 25 pada bulan ini jadilah saya putuskan minggu ini berangkat walaupun sebenernya pekerjaan di Lab (baca: Tugas Akhir) masih belum kelar hehehe. Saya berangkat menggunakan KA 38 yang tepat pada pukul 19.00 meninggalakan stasiun Bandung. Perjalanan ditempuh dalam waktu 13 jam, dan tepat pukul 08.00 kereta sudah samapi di stasiun Gubeng Surabaya, 20 menit lebih cepat daripada waktu kedatangan yang tertera di tiket (woooohh)

Surabaya………..here i go……………!!!!

a. House of Sampoerna

House of Sampoerna

Bangunan ini merupakan rumah sekaligus pabrik pertama pendiri Sampoerna, Liem Seen Tee dan istrinya Tjiang Nio Museum  ini terletak di kawasan Surabaya Lama, kompleks megah bergaya kolonial Belanda ini dibangun pada tahun 1862 dan saat ini merupakan situs bersejarah yang dilestarikan. Ada 4 ruangan utama ditempat ini, di tempat pertama ini terdapat barang-barang yang mempunyai nilai histories bagi perkembangan Sampoerna diantaranya replika warung pertama yang dimiliki oleh Liem Seen Tee dan Tjiang Nio, sepeda pertama yang digunakan Liem Seen Tee berjualan, juga foto-foto pribadi Liem Seen Tee bersama keluarganya. Beranjak ke ruangan kedua, tempatnya tidak seluas ruang pertama karena disini hanya disajikan foto-foto direksi PT Sampoerna dari masa ke masa. Memasuki ruangan ketiga disini kita dapat melihat-lihat jenis-jenis rokok yang telah diproduksi PT Sampoerna, ada juga replika kios-kios kaki lima yang diberikan oleh PT Sampoerna, kemudian disini juga terdapat seragam Marching Band PT Sampoerna yang pernah digunakan dalam sebuah kompetisi di Amerika Serikat dan berhasil memenangkan parade terbaik dengan mengangkat tema “Unity of Divesrsity” alias “Bhineka Tunggal Ika”. Lanjut ke lantai 2 sekaligus ruangan terakhir, disini sebenarnya hanya satand souvenir tapi dari lantai ini juga kita dapat melihat dari dekat proses pelintingan rokok yang masih dilakukan secara tradisional. Proses pelintingan kretek ini masih dilakukan oleh wanita-wanita pelinting rokok dengan sangat cepat, wanita-wanita pelinting rokok ini sanggup untuk melinting lebih dari 325 batang rokok PER-JAM !!!! dan ketika melihat secara langsung proses pelintingan maka mulut ini tak henti-hentinya berdecak kagum atas kepiawaian wanita-wanita ini yang apik dalam melinting rokok dengan kecepatan super. Walaupun museum ini tidak seluas museum Geologi di Bandung ataupun museum Fatahillah di Jakarta tapi karena pengemasan yang apik membuat tempat ini tak pernah sepi dari pengunjung. Oiya..bagi yang ingin berkeliling Surabaya menikmati sisa-sisa masa lampau, tempat ini juga menyediakan fasilitas Surabaya Heritage Tour sebuah bis kecil yang disediakan House of Sampoerna untuk pengunjung yang ingin menjelajahi kota lama, tugu pahlawan, museum tugu pahlawan dan lain-lain, yang pasti biar bisa ikut Surabaya tour ini disarankan untuk reservasi terlebih dahulu.

Replika warung pertama Liem Seen Tee

b. Monumen Pahlawan

Sebuah Landmark yang menjadi saksi perjuangan bangsa ini terletak masih terletak di kawasan Surabaya lama, tepat di depan kantor Gubernur Jawa Timur, tau beberapa meter dari stasiun kereta api Surabaya Kota. Sayang sekali niatan saya untuk mengunjungi museum tugu pahlawan ini tidak bisa terealisasikan karena museum tutup pada hari sabtu, akhirnya saya hanya bisa memotret tugu pahlawan dan patung Soekarno-Hatta.

Tugu Pahlawan

c. Museun Kesehatan (museum santet)

"museum santet"

Museum yang diberi nama resmi Museum dr Adhyatama, MPH ini lebih dikenal dengan nama museum santet oleh masyarakat. Hal ini disebabkan karena museum yang dirintis oleh Dr.dr.Haryadi Soeparto ,DOR, Msc ini menggabungkan unsure medis dan unsure kebudayaan dalam perkembangan kesehatan di Indonesia khususnya di pulau Jawa. Di museum ini terdapat dua ruangan pameran, pertama ruangan medis dimana pada tempat ini dipamerkan alat-alat medis yang digunakan pada masa lampau, alat-alat untuk operasi, alat-alat untuk cabut gigi, ada juga alat-alat reproduksi seperti alat bantu seks untuk pria dan wanita, bahkan yang membuat saya sedikit cekikian ada celana antiperkosaan yang mana celana ini dilengkapi gembok pada resletingnya (hadoooh) Setelah berkeliling ruang medis, lanjut menuju ruang kebudayaan. Ruangan ini menunjukan pada pengunjung bagaimana kebudayaan mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam dunia kesehatan. Di ruangan ini terdapat beberapa kepercayaan masyarakat dalam penyembuhan suatu penyakit diantaranya Jelangkung dan Ninik Thowok yang dipercaya dapat dijadikan media untuk mengetahui penyakit apa yang diderita seseorang, ada juga air-air yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit termasuk air PONARI yang sempat heboh beberapa tahun kebelakang . Selain itu ada juga media-media penangkal penyakit non-medis seperti santet, teluh atau guna-guna. Disni juga diperlihatkan kebiasaan atau tradisi masyarakat dalam melindungi putera-atau puterinya daei penyakit seperti tradisi kurungan, atau terapi mainan dan lain-lain. museum ini memberikan kita pengetahuan tentang dunia kesehatan terutama melihat dunia medis dari berbagai aspek, sayang kurangnya sosialisasi membuat museum yang terletak di Jalan Indrapura ini kurang diketahui oleh masyarakat luas padahal harga tiket masuk ke museum ini tidak lebih mahal dari segelas es cendol dan petugas yang bertugaspun sangat informatif sehingga akan menambah khasanah pengetahuan kita di bidang kesehatan.

celana anti perkosaan

d. Museum Kapal Selam

salah satu tempat yang menarik jika berkunjung ke Surabaya adalah museum Kapal selam, museum ini terletak di jalan pemuda. Letaknya tidak jauh dari stasiun Kereta Api Gubeng. Dengan hanya membayar Rp5000,- kita sudah dapat menikmati museum plus videorama tentang kapal selam milik Republik Indonesia. Memasuki ruangan kapal kita akan memsuki beberapa sekat ruangan, dimana ruang pertama merupakan ruang torpedo, terdapat enam buah torpedo dalam kapal selam ini. Memasuki ruang kedua kita bisa melihat panel-panel pengendali ruang control kapal, diruang berikutnya terdapat teleskop untuk melihat musuh atau untuk melihat kapal yang berapa di permukaan laut. Di kapal ini juga dilengkapi dengan ruangan awak untuk beristirahat, dapur serta tempat menyimpan cadangan makanan. Kapal selam yang dipajnag disni adalah kapal selam dengan nama PASOPATI, kapal ini dibeli oleh pemerintah Indonesia dari Uni Soviet bersamaan dengan 3 kapal lainnya. Kapal selam ini telah mengantarkan bangsa ini dalam masa perjuangan pengintaian batas laut Indonesia ynag ditetapkan oleh Belanda, operasi pembebasan Irian Barat dan masih banyak lagi. Kapal ini dimiliki oleh TNI Angkatan Laut guna melengkapi perlengkapannya untuk mempertahankan Indonesia sebagai Negara Maritim terbesar di dunia. Seiring dengan perkembangan teknologi, kapal selam-kapal selam buatan uni Soviet ini dibebastugaskan dan digantikan dengan kapal selam buatan German yang lebih canggih, untuk mengabadikan jasa kapal-kapal selam ini maka dibuatlah museum kapal selam ini dengan Kapal selam PASOPATI sebagai iconnya.

Kapal Selam PASOPATI

e. Taman Bungkul

Merupakan taman kota yang terletak di jalan raya Darmo, taman yang cukup nyaman untuk sekedar “ngadem” dari teriknya Surabaya ini juga dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi, tak cuma itu ada juga perpustakaan keliling yang menyediakan buku bacaan untuk kita nikmati sambil bersantai.

Taman Bungkul

f. Patung Surabaya

tak lengkap rasanya jika berkunjung ke suatu kota melewatkan icon kota tersebut. Mumpung masih di Surabaya, sayapun menyempatkan mengunjungi icon kota Surabaya yaitu patung Suro dan Buoyo yang terletak di jalan diponegoro tepat di depat kebun binatang Surabaya

Suro-Buoyo

g. Pasar Genteng

Niatanya mampir ke pasar ini adalah untuk membeli Lontong Balap khas Surabaya tapi sayang memang belum rezekinya, Lontong Balap-pun tidak bisa saya nikmati karena telah habis akhirnya saya hanya bisa menikmati es degan untuk menghilangkan dahaga saya. Pasar Genteng ini merupakan pasar tradisional yang menyediakan oleh-oleh khas Surabaya seperti Kerupuk Udang, Kerupuk Belinjo, Petis dan lain-lain. pasar ini terletak tidak jauh dari daerah Tunjungan. Jadi jika nanti saya berkesempatan kembali lagi ke Surabaya saya sudah tau dimana saya harus membeli buah tangan :)

Pasar Genteng

Lengkap sudah perjalanan sehari saya mengelilingi Surabaya, pukul 16.00 saya sudah berada di Stasiun Gubeng untuk kembali ke Bandung. Dan tepat pukul 18.00 KA Eksekutif Turangga meninggalkan Stasiun Gubeng menuju Stasiun Bandung

Thank’s to : Allah SWT yang selalu memberikan saya a great time to adventure, PT KAI yang sudah memberikan voucher tiket KA Eksekutif Turangga pokok’e mangan ora mangan sing penting naek spur, Tyo my best buddy yang sudah mengantar saya berkeliling Kota Surabaya.

Rek Ayo Rek Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan..!!!!!!

dunia dalam kereta

ceritanya kemaren seperti biasa maen-maen gak jelas, modal 1000 rupiah buat naek kereta lokal bandung raya, saya menuju stasiun padalarang buat ngerekam beberapa video kereta api yang lewat. ntah kenapa kemaren saya pengen sok-sok-an jadi citizen journalist..cuman mau report hasil dari sok-sok-an jadi citizen journalist kemaren, ini dia liputannya….

1. stasiun padalarang bersama penjual pecel

sesampainya di stasiun padalarang, saya duduk sok-sok-an mengamati keadaan terminal eh stasiun, saya juga sempet ngerekam kereta yang lewat. tak lama kemudian saya melihat dua ibu-ibu pedagang nasi pecel sedang menyusun sayur-sayuran dalam sebuah tempat, ah..kebetulan saya juga belum makan, jadi sekalian makan sekalian ajak ngobrol ibu penjual pecel. saya pun mendatangi kedua wanita paruh baya tersebut, sebutlah ibu X berusia sekitar 40 tahun-an dan satu lagi ibu Y tampak usianya melebihi dari usia ibu X..keliatan dari luarnya aja sih *intuisi asal-asalan* saya pun langsung memesan seporsi nasi pecel khas kereta ekonomi sama ibu X tapi ibunya malah bilang “waduuh, mas maaf..pecelnya belum bisa dijual sekarang, ini lagi beres-beres buat nanti malem”..saya pun menjawab “hm..o gitu yah, yasudah atuh klo gitu mah..padahal lagi pengen nasi pecel nih bu hehehhe” ..tapi sayapun tak lantas pergi saya berbincang-bincang sebentar dengan ibu-ibu penjual pecel, ibu X berasal dari madiun, sebuah kota di jawa timur, sudah 10 tahun beliau berjualan pecel di dalam kereta, namun menghimpun pundi-pundi rupiah di dalam kereta sudah dilakoninya sejak 17tahun yang lalu mulai dari berdangang makanan kecil, kopi dan yang terkahir berjualan nasi pecel. sedangkan ibu Y sudah lebih lama berjualan nasi pecel didalam kereta, beliau berasal dari walikukun, sebuah kecamatan di kota ngawi, jawa timur. kereta baginya memberikan rezeki tersendiri. bagi ibu Y  yang sudah sejak 15 tahun yang lalu berjualan nasi pecel kereta memberikan sumber penghasilan tambahan baginya dismaping penghasilan suaminya yang bekerja sebagai petani.

banyak suka duka yang telah mereka alami selama berjualan di kereta, bagi ibu X pernah suatu kali beliau harus adu mulut dengan penumpang kereta. kejadiannya ketika si penumpang ngomel sama pedagang (yang kebetulan saat itu melintas ibu X) karena katnya dia gak bis atidur lantaran berisik…sontak ibu X balas ngomel, gini katanya ” heh..kamu kok sombong banget yah, klo gak mau berisik jangan naik kereta ekonomi..baru naik kereta ekonomi aja sombong!!! bla bla bla” sayapun melemparkan senyuman pada ibu X. senang sekali rasanya mengobrol ngalor-ngidul bareng wanita-wanita penyokong hidup keluarga ini..saya pun pamit kepada mereka karena saya mau nyari makanan *perut saya dah kontraksi* di luar..tak lupa saya meminta izin buat mengambil foto mereka tapi sayang mereka gak mau difoto alasannya polos sekali..MALU..heheheh yasudha sayapun akhirnya mengambil foto tanpa sepengetahuan mereka (maap ya ibu-ibu..saya gak izin dolo)

akhirnya sayapun pergi keluar untuk membeli makan siang , SEMANGAT YA BU, SEMOGA REZEKI YANG DIPEROLEH BAROKAH  UNTUK ANAK-ANAKNYA.. TETEP BERJUANG YAH :)

2. mau ekonomis? ya pake kereta…

dari padalarang saya beranjak menuju cicalengka (dari bandung barat ke bandung timur)  saya duduk dekat pintu..tiba-tiba dua orang bapak-bapak meletakan beberapa karung barang bawaan. satu duduk disebelah saya, satu lagi duduk di seberangnya. pluit semboyan 35 dibunyikan, keretapun berangkat meninggalkan stasiun..bapak yang duduk disebelah saya kembali merapikan karung bawaannya yang klo saya liat itu daun serai, setelah ditumpuk rapi agar tidak menghalangi jalan penumpang lain, bapak itupun duduk kembali. sayapun mulai sok-kenal-sok-dekat dengan bapak, sebut saja Pak Engkus (asumsi dari temannya yang memanggil dia “kus”) dan obrolanpun mengalir begitu saja. Pa Engkus seorang pria setengah abad (lagi-lagi asumsinya cuma dari outlook aja :P ) tiap seminggu sekali mengantarkankan barang dagangannya ke pasar Ciroyom. beliau berdomisili di ngamprah sebuah kecamatan di kabupaten Bandung Barat sana, beliau sering menggunakan kereta api untuk mengantarkan barang dagangannya walaupun agak sedikit ribet karena dari Ngamprah beliau harus menggunakan angkutan umum ke stasiun Padalarang, “Nya..lumayan lah langkung mirah ti batan kedah nganggo angkot ka ciroyom langsung mah..awis!!” beliau berucap. (translate : Ya lumayan lebih murah dibandingkan harus ngangkot langsung ke ciroyom..mahal!!). dengan kereta beliau bisa berhemat sampai dengan 20-30 ribu tiap kali jalan.  Obrolan singkat inipun harus diakhiri karena kereta sudah merapat di stasiun Ciroyom. (sengaja gak saya foto karena mengeluarkan kamera didalam kereta sangat berbahaya!!!)

oke deh..SEMOGA BERHASIL PAK !!!

selepas stasiun ciroyom mata sayapun terpejam, ntah karena capek atau karena sebelumnya lelah menghadapi ujian. sayup-sayup terdengar pedagang hilir mudik begitu juga dengan penyanyi jalanan. tak berasa lama mata sayapun kembali terbuka dan tiba-tiba saja telah sampai di stasiun Rancaekek (beuh…) dari sini mata sayapun terus mengamati hal-hal unik di dalam kereta sampai akhirnya kereta merapat di pemberhentian terakhir stasiun cicalengka.

turun dari kereta perut sayapun minta diisi, kebetulan atmosphere cicalengka dingin karena diguyur hujan. sayapun  melihat tukang cuankie dan langsung memesan semangkok cuankie yang cukup membuat badan saya hangat :)

suasanana di stasiun cicalengka pun cukup sepi dan saya memutuskan untuk kembali menggunakan kereta yang tadi saya naiki untuk kembali ke Bandung

3. tawa ceria dalam kereta

jam setengah 6 sore kereta bergerak kembali menuju Bandung, saya duduk di gerbong paling belakang. seperti sebelumnya kereta dibanjiri pedagang asongan dan penyanyi kereta yang hilir mudik dari gerbong depan ke gerbong belakang pulang-pergi. bagi mereka mungkin kereta ini menjadi ladang nafkah untuk menyambung hidup

tak lama kemudian ada tiga orang anak perempuan, masih kecil sekitar 7-8 tahunan lah (klo ini asumsinya agak kuantitatif soalnya mirip-miripin sama umur adek-ku yang 8 tahun) satu orang menggantungkan sebuah tam-tam di pinggangnya, satu lagi menggenjreng sebuah gitar dan seorang lainnya mengetes suaranya. ketiga anak itu saling bercanda dan tertawa sembari mempersiapkan peralatan “show” nya. si pemegang tam-tam mulai memukul-mukulkan jemari kecilnya, si pemegang gitar mulai memetik senar membunyikan gitarnya dan si vokalis menyampaikan introduksinya dengan lancar “selamat sore pada para penumpang, izinkan kami berdendang menggagu perjalanan para penumpang sebentar” (begitulah kira-kira) dan si vokalis mulai menyanyikan lagu yang katanya sih langi nge-hits..saya gak tau judul lagunya tapi kira2 yang liriknya seperti ini ” sesungguhnya…sesungguhnya ku tak bisa..hidup tanpa ada kamu..aku gila..” sampai lagu tersebut habis, si vokalis kemudian mengeluarkan bungkusan bekas permen dan langsung meminta receh dari penumpang. tepat ketika ketiga gadis cilik itu didepan saya, saya pun mengeluarkan selembar uang bergambar Pattimura, saya tanya mereka terlebih dahulu..dari pertanyaan itu saya mengetahui klo nama mereka Indah, Sari dan Silvi. merekapun terus bercanda sekalipun saya sedang bertanya..dan ketika saya nanya tentang alasan mereka menjual suara dalam kereta..mereka hanya tertawa lepas, seakan malu untuk menjawab pertanyaan saya..dan mereka tetap bercanda menghiraukan pertanyaan saya (teu diwaroo..asa dihina…beuki teu diwaroo..beuki teu ngeunah hatee..) Ya sudahlah..terlalu dini bagi mereka untuk tahu mengapa mereka harus berada didalam kereta menjual suara, yang terpenting bagi mereka adalah bernyanyi dengan baik dan penumpang memberikannya uang…

walaupun kehidupan keluarga berada dipundak mereka, tapi mereka tetap tersenyum dan tertawa seakan-akan kesulitan yang mereka hadapi bisa sirna hanya dengan tawa….. TETAP SEMANGAT YA DEK, MUDAH-MUDAHAN MASA DEPAN KALIAN LEBIH BAIK :)

pukul 19.00 kereta pun tiba di stasiun Bandung, setelah turun sayapun kemudian beranjak pulang..hm, perjalanan yang luar biasa, perjalanan yang bisa membuat saya menjadi orang yang lebih bersyukur…

terima kasih Ya Allah :)

mendadak cianjur

hari ini iseng-iseng main ke cianjur sekalian ngisi liburan semester..mblusukan kali ini bener-bener spontan tanpa rencana bahkan bisa dibilang ketika di jalanpun saya masih blank..cuma bermodal niat buat nyicip kereta lokal cianjuran (atau klo kata anak2 Railfans sih “Argo Peuyeum”) saya pun akhirnya pergi ke cianjur walopun sebenernya masih agak cape setelah 3 hari sebelumnya berkelana di Jakarta

berangkat dari tempat kakak saya di cimahi dan dengan berbekal uang 30rb (itupun pemberian kakak :P ) saya menuju stasiun cimahi, saking semangatnya jam setengah 8 saja saya sudah berada di stasiun, loket dibuka jam 08.15 tepat 5 menit sebelum kereta tiba..setelah membeli karcis seharga Rp 1500 saya stand by di jalur tempat datangnya kereta

starting point stasiun cimahi

starting point stasiun cimahi

oiya…perjalanan saya ke cianjur sebenrnya datang dari niat pengen nyicip kereta api Argo Peyeum..wait, jangan membayangkan kereta ini sejenis kereta argo gede atau argo wilis ya..bukan itu sodara!!! Argo Peuyeum ini merupakan sebutan anak2 Railfan’s buat kereta api lokal Cianjuran. kereta ini cukup unik karena kereta ini ditarik oleh si mungil BB 301 17 dan hanya membawa 2 rangkaian kelas ekonomi saja, so why it’s named Argo Peuyeum?? jadi ceritanya beberapa tahun kebelakang kereta ini dijadikan alat transportasi para pedagang peuyeum (tape) dari cianjur menuju bandung (pasar Ciroyom) selain alasan faktor harga kereta ini juga menjadi transportasi masyarakat pedalaman Rajamandala, Cipatat, Tagog Apu yang akses jalannya masih sangat minim. akan tetapi sekarang kereta ini bukan hanya milik pedagan tape saja tetapi juga masyarakat (termasuk pedagang sayuran, buah-buahan dll) yang hendak menuju Bandung dari Cianjur atau sebaliknya dengan paket sangat ekonomis *bisa dibandingkan harga bis Bandung-Cianjur sekitar 15-20rb sedangkan kereta hanya 1500 jadi bisa hemat beratus-ratus persen*. keunikan lain dari kereta api ini juga adalah sifatnya yang seperti angkot bisa bersenti dimana saja, saya sempat kaget di daerah antara tagog apu dan cipatat, saat itu kereta tiba-tiba berhenti dan “blluugg” sebuah karung berisi barang belanjaan terjatuh diiringi beberapa penumpang yang turun padahal tidak ada stasiun di daerah itu, selain itu juga beberapa kali kereta berhenti di tengah perjalanan untuk menaikan penumpang. saya cukup menemukan “keunikan” sisi lain perkeretaapian di Indonesia

ini dia si mungil BB30117 loko Argo Peuyeum

ini dia si mungil BB30117 loko Argo Peuyeum

perjalanan yang memakan waktu sekitar 2,5 jam ini bener-bener membuat saya terpesona akan keindahan alam bumi priangan, bagaimana tidak disepanjang jalan saya disuguhkan pemandangan-pemandangan keren..liukan gunung-gunung kecil (lebih tepatnya bukit kali yah) hasil letusan gunung sunda, hijaunya hamparan sawah dan ladang, juga pesona sungai cisokan dan citarum  yang membuat saya terkagum-kagum. saya berdiri di pintu kereta *which is my favourite spot* jadi saya bisa langsung menyaksikan keindahan tatar sunda ini… memasuki daerah Cianjur pesona Gunung Gede-Pangrango menyambut saya dari kejauhan, puncaknya yang menjulang tinggi tidak nampak karena tertutupi balutan tebalnya awan…

setelah menepuh 2,5jam perjalanan akhirnya saya tiba di kota cianjur..okay food hunting is begin !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

stasiun cianjur

stasiun cianjur

sengaja saya keliling-keliling kota dulu biar energinya terkuras jadi kapasitas perutnya bisa membesar hehehe (ga nyambung yah) keliling daerah alun-alun ajah sih biar gak terlalu lama biar gak ketinggalan kereta….

1. GECO

setelah cukup berkeliling-keliling saya mulai perburuan makanan saya dengan GECO yang merupakan singkatan dari Toge dan Tauco. makanan ini sekilas mirip kupat tahu tapi bedaaaaa…baik dari komposisi maupun rasa, dari Komposisinya jelas terdiri dari toge sebagai komposisi utamanya, ditambah dengan mie kuning, potongan ketupat, tahu dan kentang. klo kupat tahu itu ber-saus-kan kacang GECO ini dibanjur sama saus tauco..soal rasa hmm..jujur yah agak aneh (mungkin karena belum biasa) agak2 asem rasa tauco gitu..tapi yang jelas ini makanan ENAAAAAAAAAAKKK PISAAAN..highly recommended klo ke cianjur (btw ini juga sebenernya jadi makanan khas kota sukabumi lho). GECO ini ada di Jalan Siti Jenab..beberapa meter arah utara mesjid agung. harga sepiring GECO ini Rp 5000 sahajah.

GECO pak Iding

GECO pak Iding

2. LAKSA

setelah sukses melahap sepiring GECO saya kembali hunting makanan, kali ini melintasi Jalan Mokh. Ali, saya nemu Laksa..yup saya kemudian duduk dan memesan semangkuk laksa. LAksa ini terdiri dari toge *again???subur banget yah gue*, bihun, telor, ketupat, tahu, oncom,kerupuk, juga daun kemangi dan disiram dengan kuah bumbu kuning. Rasanya ENAAAAKKK BANGEEEET kuahnya gurih pisan, trus daun kemanginya bikin sensasinya beda *apeee lagiii* dalam 10 menit semangkok Laksa udah sukses dihabisi. harga untuk semngkok laksa Rp 3500 saja *muraaaaahhh kaaaan???*

Laksa jalan mokh. ali

Laksa jalan mokh. ali

3. ASINAN BUAH

berjalan beberapa meter dari tempat Laksa saya menemukan asinan buah khas cianjur. Gak mau kehabisan saya mesen seporsi asinan buah. Rasa manis buah bercampur asem kuah toge *toge lagiii???* bikin badan jadi suegeeerr, mata melek dan hati senang :P seporsi asinan buah dihargai Rp3000 saja *awass klo dibilang mahal !!!!*

asianan buah yang bikin suegeerr

asianan buah yang bikin suegeerr

setelah melahap asinan waktu sudah masuk waktu solat dzuhur sayapun menghentikan dulu perburuan makanan, saya bergegas menuju masjid agung cianjur untuk melaksanakan hak saya bertemu sang pencipta :)

4. BATAGOR

setelah selesei sholat dzuhur, perburuan makanan kembali dilakukan..kali ini sasaran saya batagor depan taman kota, batagor mungkin dah gak asing lagi di kalangan masyarakat bandung, singkatan dari baso tahu goreng ini terdiri dari aci (tepung kanji) yang ditambah gilingan ikan tenggiri trus ditempelin ke tahu atau pangsit..tapi ada sedikit perbedaan antara batagor yang sering saya jumpai di Bandung dengan batagor yang dijual di Cianjur ini, klo di bandung batagor yang dijual ukurannya relatif besar-besar sedangkan disini batagor yang dijual berukuran relatif lebih kecil dan yang paling beda adalah batagor yang dijual disini disajikan dengan menggunakan ketupat..jadi seporsi batagor saja udah bikin perut terasa kenyang…..harga seporsi batagor plus ketupat ini dibandrol Rp 2000 saja… *ada yang ga setuju klo ini murah??gue gampar !!! :P *

*maaf gak sempet difoto*

5. SUSU MURNI

jam telah menunjukan 12.25 lalu saya bergegas menuju stasiun..di tengah perjalanan menuju stasiun saya menemukan penjual susu murni…lumayan buat oleh-oleh..saya pun membeli setengah liter susu murni dengan harga Rp 3000 saja…

susu murni

susu murni

6. KENTANG STEAK (STICK)

setelah mengantongi sebungkus susu murni saya kembali melanjutkan perjalanan menuju stasiun, beberapa meter sebelum stasiun tapatnya di Jalan Yulius Usman ada penjuan steak kentang, saya penasaran seperti apa sih rasa steak kentang itu..bayangan saya adalah steak macem daging steak tapi tebuat dari kentang yah mirip-mirip burger tempe lah…tapi ternyata steak kentang itu adalah kentang goreng yang dipotong panjang-panjang dan dibumbui oleh berbagai rasa…*oaalaah itu mah bukan steak atuh kang…tapi stick…buahahha saya tertipu..huffhh* tapi saya gak nyesel beli sebungkus steak (stick) kentang seharga Rp2000 karena selain rasanya enak, makanan ini juga menjadi teman saya kala menunggu kereta beranjak dari stastiun.

kentang steak..eh stick..

kentang steak..eh stick..

pukul 12.50 semboyan 35 dibunyikan kepala stasiun, dan “Argo Peuyeum” pun..beranjak meninggalkan stasiun Cianjur menuju Ciroyom Bandung………

mari kita hitung pengeluaran saya jalan-jalan di Cianjur

ongkos kereta Bdg-Cianjur PP… Rp 3000

makan GECO… Rp 5000

makan Laksa … Rp 3500

asinan buah … Rp 3000

batagor … Rp 2000

susu murni … Rp 3000

kentang steak … Rp 2000

jadi totalnya Rp 21.500…wow murah pisan kan !!! udah jajan berbagai macam jajanan pulak :P

perut kenyang hati senang…………………..!!!

New Argo Gede

sabtu kemarin saya melakukan perjalanan ke Jakarta, seperti biasa saya menggunakan kereta api sebagai moda untuk mengantarkan saya menuju kota metropolitan. Perjalanan kali ini saya tempuh dengan menggunakan KA Eksekutif Argo Gede, dengan nomor kereta 23 kereta ini berhenti di Bekasi, Jatinegara dan terakhir di Gambir.

ArgoGede_interior1interior KA Argo Gede

ada yang berbeda ketika saya naik Argo Gede sekarang ini, sebelum berangkat terdengar announcement dari Pramugari yang diperdengarkan secara langsung melalui microphone. selain itu juga sebelum masuk Sasaksat Tunnel dan Jembatan Cisomang diperdengarkan cerita tentang kedua tempat tersebut, bukan tapping tapi suara asli si mbak prami hehehhe…

hal yang baru yang pernah saya dengar di Argo Gede, maklumlah terakhir naik Argo Gede sekitar bulan Juli lalu itupun ditempatkan di rangkaian Eksekutif Bima *wooii saya bayar kan buat dapet kelas Argo* jadi this is the first time i heard the announcement in KA Argo Gede. tapi sayang paket kue kotak dan permen-nya jadi nggak ada, padahal kan harga tiket gak turun gak seperti KA Eksekutif Jarak Jauh lainnya yang turun harga seiring penghapusan tuslag heu2….

reska2tuslag yang dihapus *padahal lumayan buat ganjel perut*

however sebagai orang yang cukup cinta dengan perekereta apian Indonesia, saya hanya bisa berharap pelayanan di dalam kereta semakin ditingkatkan. Good News ketika saya denger beberapa kereta telah di-retrofit menjadi kereta seri pesawat diantaranya turangga *which is the first retrofit train* , kemudian disusul Sembrani dan Gajayana *Hope another will be* dimana didalamnya ada fasilitas “colokan” ya walaupun hanya sekedar “colokan” tapi itu dapat memaksimalkan fasilitas di dalam kereta sehingga orang-orang dapat menyalakan Laptop dalam kereta sembari mengerjakan tugasnya atau hanya sekedar maen game.

maju terus kereta api ku..!!!

let’s talk about Lok CC204

CC20413

CC204 angkatan kedua

ID_diesel_loco_CC_204-06_060403_2512_mri

CC204 angkatan pertama

lokomotif seri CC204 merupakan jenis lokomotif yang dibuat atas kerjasama GE Lokoindo (General Electric Lokomotive Indonesia) dengan PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun. Lokomotive ini terbagi menjadi dua seri. Seri pertama merupakan lokomotive dengan design mirip dengan lokomotive seri CC201 buatan PT GE Lokomotive Indonesia sedangkan seri kedua merupakan lokomotive dengan design mirip dengan seri CC203. untuk saat ini lokomotive ini adalah lokomotive tercanggih di Indonesia dengan sistem komputerisasi didalamnya. komputer yang ada didalamnya digunakan untuk menyetel setting dari perangkat yang ada didalam lokomotif serta melihat situasi pada lokomotive. Loko ini mempunyai sistem komputerisasi yang dapat memitigasi kerusakan 45 menit sebelum kerusakan itu terjadi.

keunggulan lokomotive ini adalah daya tariknya yang sangat kuat, jika seri CC201 hanya bisa menarik gerbong sekitar 10 gerbong, seri CC204 ini bisa menarik gerbong hingga 15 gerbong dengan kecepatan 120 Km/jam. Lokomotive ini cocok untuk berlari pada medan yang menanjak. untuk seri CC204 01 – CC204 07 design nya mirip dengan design CC201 yang berhidung pendek (short hood) sedangkan untuk CC204 08 – CC204 15 design nya mirip dengan seri CC203 yang tanpa hidung.

DSC04356

Lok CC204 yang menarik Parahyangan

Cc_20414_7

CC204 yang sedang menarik rangkaian Argo Gede

saat ini lokomotive jenis ini hanya ada di DIPO Bandung, Jatinegara dan Yogyakarta. DIPO bandung memiliki jenis seri lokomotive ini paling banyak karena kondisi geografis Kota Bandung yang berada di cekungan diantara pegunungan, sehingga track dar Bandung ke Jakarta atau sebaliknya ataupun track dari bandung menuju daerah timur atau sebaliknya merupakan track yang didominasi oleh perbukitan yang mempunyai track yang menanjak sehingga diperlukan lokomotive yang cukup kuat untuk menarik gerbong yang membawa penumpang dari dan menuju kota Bandung.

semoga dengan bertambahnya jumlah lokomotive seri ini dapat meminimalisasi kecelakaan karena lokomotive seri ini telah mempunyai sistem komputer yang cukup canggih sehingga bisa memitigasi kerusakan di awal.

Bandung-Jakarta with Parahyangan

jam setengah 6 pagi saya sudah berada di stasiun Bandung dan langsung menuju loket untuk membeli karcis..untunglah masih weekday jadi harga karcis masih normal IDR 25.000,- untuk kelas Bisnis, setelah membeli 3 buat tiga buah tiket (buat saya, Rani dan Hida) saya langsung menunggu di peron..Stasiun masih cukup sepi hanya ada KA 15 Argo Gede di peron 6 yang akan menuju jakarta jam 06.00 juga KA Parahyangan di peron 5 yang sedang menunggu penumpang untuk menuju jakarta tepat pukul 06.30 nanti dan ada juga langsiran KA Harina yang telah tiba dari Semarang jam setengah 5 pagi tadi.

sembari duduk-duduk di stasiun yang mulai ramai, pukul 05.50 dari Arah timur masuk KA Lodaya Malam dari SoloBalapan..tak lama kemudian 5 menit setelah KA Lodaya Malam memasuki peron 2..dari arah timur masuk KRD Patas dari Cicalengka, KRD ini membawa banyak penumpang dari pinggiran bandung untuk bekerja ataupun bersekolah di Kota Bandung.

DSC04357ki-ka : Lok Parahyangan, Langsiran Harina, Lok Mutiara Selatan, KRD Rencang Geulis, Langsiran Lodaya

5 menit sebelum kereta berangkat kami boarding (jiaahh kek pesawat ajee) di kursi nomor 6 A, B, C..tepatnya di rangkaian gerbong nomor 2..tepat pukul 06.30 semboyan 35 dibunyikan..dan dengan ditarik Lokomotif GE seri CC204 KA Parahyangan pun bergerak meninggalkan Stasiun Bandung

DSC04356cc20406 yang siap mengantarkan kami menuju Jakarta

KA 55 tidak berhenti di Stasiun Cimahi tapi berhenti sebentar di Stasiun Padalarang..dan langsung meluncur menuju Jakarta..KA 55 sempat berhenti di stasiun Cikadongdong untuk bersilangan dengan KA 52 yang menuju Bandung

DSC04361curving at Cilame

DSC04367at Cilame Bridge

DSC04377before entering Sasaksaat Tunnel

DSC04380silang dengan KA 52 di Stasiun Cikadongdong

kereta melaju lagi..dan selepas stasiun Purwakarta saya tertidur hingga Bekasi..Dari Bekasi  CC204 trus memperlihatkan kekuatannya berlari dan hanya sempat berhenti di Stasiun Jatinegara untuk menurunkan penumpang. Pukul 09.50 KA 55 memasuki stasiun Gambir dan dengan selamat mengantarkan kami sampai kota Jakarta………………

DSC04378suasana dalam gerbong selepas Jatinegara

antara Bandung-Jakarta

saya suka banget sama kereta api, ntah knapa..saya juga gak tau yang jelas saya cinta banget ma moda yang satu ini.. i do love using train wherever i go tentunya klo posible yah (masa iya ke garut pake kereta lha wong stasiunnya aja jauuuh pisan dari rumah ^^ )

saya cukup sering ke Jakarta ya cuman sekedar maen aja, ntah knapa walopun travel menjamur sana sini buntang banting harga… tetep aja train is number one lah ^^b

tertidur dalam Argo Gede

tertidur dalam Argo Gede

suasana dalam Argo Gede, duduk sebelah bule bo!

suasana dalam Argo Gede, duduk sebelah bule bo!

emang sih waktu tempuh masih jadi kendala, ya klo pake travel mah 2 jam juga dah bisa nyampe jakarta sedangkan klo pake kereta paling ggak 3 jam *itu klo lancar lho..klo gak yaa bisa lebih* tapiiiiii…tunggu dulu, you will not be able to see beautiful scenary if u dont use train..aslinya!! saya juga baru sadar klo ternyata antara Bandung-jakarta itu view nya ajiiippp…dari mulai hamparan sawaaah, gunung-gunung kapur, ngarai-ngarai *bukan ngarai sianok tentunyah* , sampe waduk jatiluhurpun bisa keliatan walopun ga begitu jelas…

beberapa gambar yang sempet gue jepret waktu perjalanan dari Jakarta – Bandung ……………………………………………………………….

ladang di daerah Purwakarta

ladang di daerah Purwakarta

melihat jatiluhur dari jauuuhh

melihat jatiluhur dari jauuuhh

senja di ufuk barat

senja di ufuk barat

hamparan sawah sejauh mata memandang

hamparan sawah sejauh mata memandang

sawah yang sedang menghijau

sawah yang sedang menghijau

ngarai antara Bandung -Jakarta

ngarai antara Bandung -Jakarta

ngarai lagi...tapi bukan ngarai sianok

ngarai lagi...tapi bukan ngarai sianok

beton-beton penyangga Cipularang

beton-beton penyangga Cipularang

3 jam diperjalanan gakan bosen lah klo disuguhi pemandangan – pemandangan keren kaya gitu….iya ga sih? iya tauuuuuuuuuu……..!!

antara Bandung-Jakarta…………..