Arsip Kategori: kuliner

Gastronomic Trip

Sudah hampir 3 bulan saya gak kemana-mana, dan sudah hampir 3 bulan juga lah blog saya sepi dari catatan perjalanan. Yap..Tugas Akhir dan Skripsi yang saya kebut selama 3 bulan memang telah menyita waktu saya buat nge-trip. However, paling tidak saya tidak absen untuk mencari makanan hehehhe. Selama 3 bulan ini juga saya punya hobi baru, kalau dulu saya datang ke tempat makan hanya sekedar makan, kali ini saya selalu mengabadikan kelezatan makanan lewat gambar *Thank for Susan dan Mbak Kuke who inspiring me :) *

and here there are……………………………………………………………………..

Chicken Teriyaki Ramen dan Tokyo Udon

Kuma Ramen, Jl Cimanuk no 11a, Buka tiap hari 18.30-22.30 (weekend sampe 23.3Follow Twitter  @KumaRamenBDG

Maio Green Burger, Jalan Dipatiukur no 1, Buka setiap hari Follow Twitter @maioburger

Lomi, Chicken Beefy Chees, Chicken Melon Mayo, Chicken Steroganoff (dÇlemmons)

Pujasera Mambo, Jalan Imam Bonjol Bandung, buka setiap hari 10.00- 17.00

Mie Kocok Bandung, Pempek Lenggang, Es Campur

The Kiosk Ciwalk, Broadway Cihampelas Walk Bandung, buka setiap hari jam 10.00- 22.00

Chuka Chinmi, Kani Mayo, Chuka Kurage, Ebikko, Tuna Salad

Sushi Tei, Jalan Sumatera no 9 Bandung

Kopi Rempah Jahe Putih, Pisang Goreng Keju, Milkshake Oreo

Kedai Kopi Mata Angin, Jalan Bengawan no 52 Bandung, buka setiap hari Selasa-Minggu 10.00-24.00

segitu dulu aja gastronomic trip report-nya nanti disambung lagi..sluurrrpp :)

Berbagi Cerita di Kedai Kopi Mata Angin

Akhirnya kesampean juga ngopi disini. Kedai Kopi Mata Angin. Sebuah kedai kopi yang menurut saya, tempatnya enak buat sekedar berbagi cerita bersama kerabat ataupun menyendiri dengan ditemani segelas kopi hangat yang berasal dari seluruh nusantara. Konsep dari kedai ini sendiri adalah minimalis, dapat dilihat dari desain interior maupun eksteriornya semuanya minimalis namun nyaman :)

 

Kedai Kopi Mata Angin Bandung

Kedai Kopi Mata Angin Bandung

Kedai Kopi Mata Angin terletak di Jalan bengawan no 52, beberapa meter dari Taman Pramuka. How to get there? Klo dari ITB, bisa naik angkot Cicaheum-Ledeng turun di Telkom Supratman. Bisa dilanjutkan dengan jalan kaki sekitar 700 meter atau naik angkot Cicaheum-Kalapa via Aceh turun di perempatan jalan Bengawan-Cendana jalan dikit..nyampe deh !!

Kedai ini terdiri dari dua area yaitu indoor, beberapa meja sengaja diletakan di dalam ruangan dengan pemandangan dinding kuning-soft serta gambar-gambar bertema petualangan. Sedangkan outdoor meja-meja ditata rapih seperti berada di halaman rumah sendiri Oh iya FYI di tempat ini juga biasanya dijadikan meeting point beberapa komunitas-komunitas pejalan yang ada di Bandung.

Outdoor Kedai

Outdoor Kedai

untuk menu yang disajikan, sesuai namanya Kedai Kopi Mata Angin menyediakan berbagai macam minuman kopi (ada kopi Luwak , Sidakalang, Toraja, Arabica, Robusta, sayang ga ada kopi Wamena heu2) dan makanan ringan (pisang goreng, singkong goreng, lumpia, sandwich) , sangat cocok untuk mereka-mereka yang hanya ingin menghabiskan waktu dengan makanan yang tidak terlalu berat.

Menu-Menu Kedai Kopi Mata Angin

Menu-Menu Kedai Kopi Mata Angin

Overall, saya suka tempat ini karena selain tempatnya nyaman, banyak buku dan majalan tentang outdoor activities. Jadi cukup betah untuk berlama-lama dan berbagi cerita di kedai ini.

Bacaan saya

Bacaan saya

Berbagi Cerita bersama Sahabat

Berbagi Cerita bersama Sahabat

 

*maaf kemaren gak bawa kamera, jadi foto2nya pake kamera HP ajah :p

Segarnya Es Krim Café Rasa dan Nikmatnya Seafood Niagara

Es Krim @Rasa Cafe

Es Krim @Rasa Cafe

Kali ini saya mau me-review trip kuliner saya bersama sahabat-sahabat saya seminggu yang lalu. Berangkat dari rasa penasaran kami (terutama saya) untuk mencicipi makanan tempo dulu akhirnya kami berangkat menuju sebuah café di jalan Tamblong. Rasa, itulah nama café yang terletak di jalan Tamblong no 15 ini. sekilas nampak dari luar tidak ada yang istimewa dari café ini namun ketika kita masuk ke dalamnya seketika itu juga kita akan terbawa ke masa silam tepatnya masa ketika era colonial belanda. Nuansa Eropa tua begitu kental ketika kita masuk ke café ini, baik dari segi interior maupun eksterior. Desain eksterior bangunan café ini sengaja dipertahankan agar nuansa eropanya terasa, bangunan café ini memang bangunan peninggalan Belanda. Sudah lama sebenarnya saya ingin mengunjungi café ini selain ingin merasakan nuansa “jadoel”, es krim di café ini juga cukup terkenal. Beberapa bulan yang lalu ada trip yang diselenggarakan komunitas kuliner bandung untuk icip-icip makanan masa lampau dan café rasa adalah salah satu tujuannya. Namun sayang waktu itu saya tidak bisa mengikuti trip tersebut karena ada hal yang harus saya kerjakan hhehehehe. Es krim merupakan tujuan saya dan kawan-kawan saya. Es krim yang dijual di café rasa merupakan es krim home made dengan resep rahasia (kalo di Jakarta mirip Ragusa) sehingga rasa dan kualitasnya akan selalu terjaga. Disini dijual es krim dengan berbagai kemasan, ada kemasan cup, cone, ataupun sajian es krim dengan variasi buah dan variasi rasa. Kalau bagi saya dan teman-teman es krim dengan kemasan cup adalah yang paling cocok karena selain harganya murah (hanya 6000 saja) variasi rasanya pun bermacam-macam ada rasa strawberry, cokelat, oreo, pisang, frambozen, green tea, mocca, coffee dan vanilla. Kalau secara pribadi saya merekomendasikan rasa oreo dan green tea. Soalnya enaaak banget hehehehe. Jika kurang puas menikmati es krim cup coba es krim dengan variasi buah dan rasa namun harganya cukup mahal namu terjangkau (sekitar 20rb-an untuk 3 skop) atau bisa juga mencicipi es krim cone seharga Rp 10.000 dengan berbagai rasa. Selain Es Krim disini juga dijual aneka makanan berat dan juga makanan ringan rate harganya mulai 10.000-30.000an.

Culinary Team @Rasa Cafe

Culinary Team @Rasa Cafe

setelah santai sambil menikmati es krim di Cafe Rasa kami melanjutkan perburuan makanan selanjutnya. Kali ini perut kami sudah minta diisi, setelah diskusi sana-sini akhirnya kita sepakat untuk menyantap seafood di Niagara. Niagara Resto terletak di jalan gegerkalong, sekitar 500 meter dari pertigaan Gerlong-Setiabudi. Disini dijual berbagai macam seafood dengan harga yang relatif terjangkau dari mulai 10.000 sampai dengan 40.000. Untuk jenis penyajiannya hanya terdapat pilihan dibakar atau digoreng saja, namun jika ingin menambahkan bumbu seperti bumbu asam manis, atau pedas dikenakan biaya lagi sebesar 3000 saja. Kami memesan Baby Shark, Ikan Bundar, Gurita Asam Manis, Capcay Seafood, Cah Kangkung dan Juga Cumi Bakar. Baby Shark-nya enak banget, dagingnya lembut dibakar aja enak apalagi klo dikasih bumbu..recomended lah !! selain itu Cah Kangkung dan Capcay-nya enak banget, makan disini selain makanannya enak harganya juga bersahabat dengan mahasiswa seperti kita :D

Sebelum

Sebelum

Sesudah (ketauan kan siapa yang lapar)

Sesudah (ketauan kan siapa yang lapar)

perut kenyang, hati senang :D :D :D :D

Menilik masa kejayaan cireng cipaganti

Cireng atau aci digoreng, makanan ini mungkin sudah tidak asing lagi untuk sebagian orang khususnya orang bandung. Makanan yang terbuat dari aci (tepung kanji) ini memang sangat digemari oleh banyak orang tak hanya orang dewasa, anak-anak pun gemar dengan makanan khas kota kembang ini. Di kota bandung khususnya, penjual cireng tidaklah sulit ditemui. Hampir disetiap jalan terdapat penjual cireng yang siap menawarkan kelezatan cireng isi.

Berjalan menyusurusi jalan cipaganti, kita akan menemukan sebuah gerobak penjual cireng isi yang cukup legendaris. Cireng Cipaganti, begitulah kira-kira nama yang disematkan pada  cireng yang dijual di kawasan cipaganti ini. Berada di sebelah  kantor pos jalan cipaganti atau tepatnya di Jalan cemara (persis di depan pom bensin cipaganti), cireng ini menurut saya  adalah salah satu cireng paling enak yang pernah saya cicipi dan  highly recommended. Cireng ini sudah cukup dikenal dikalangan masyarakat kota bandung karena cireng ini menjadi pioneer bagi perkembangan cireng isi di kota Bandung.

Cireng Cipaganti ini terkenal dengan cireng isi sambel kacangnya. Sekilas tak nampak perbedaan dengan cireng lain namun yang membedakan cireng ini dengan cireng pada umumnya adalah cireng ini cukup renyah ketika dimakan (seperti kerupuk). Paduan renyahnya cireng dan sambel kacang yang diisikan kedalamnya membuat cireng ini tidak cukup dinikmati satu saja. Tekstur cirengnya agak keras namun renyah sehingga sensasi kriuk-kriuk-nya seperti sedang menikmati kerupuk aci. Bila dibandingkan dengan cireng lain tentu saja cireng cipaganti memiliki tingkat kerenyahan paling tinggi dibandingkan dengan cireng lain yang tekstur pada umumnya lebih alot.

Selain renyahnya cireng, tentu saja yang membuat cireng ini digandrungi banyak orang adalah sambel kacang sebagai isiannya. Sambel kacang ini merupakan kacang tanah yang dihaluskan sampai lembut dan kemudian ditambahi bumbu-bumbu rahasia yang membuat sambel kacang untuk isiian cireng ini nendang banget!!. Cireng isi kacang merupakan cireng khas dari cireng cipaganti ini walaupun ada juga cireng dengan isi yang lain seperti kornet, abon, keju dan sosis namun proses pembuatan cireng isi kacang lah yang khas dibandingkan dengan cireng isi yang lainnya. Jika cireng isi lain telah diisi dengan bahan-bahan pengisi dan tinggal langsung digoreng, berbeda untuk cireng isi kacang yang proses awalnya adalah cireng mentah digoreng hingga kering kemudian setelah digoreng ditiriskan lalu cireng yang telah digoreng ini dibelah dan kemudian diisikan sambel kacang. Menikmati cireng renyah dengan sambel kacang sebagai isiannya selagi hangat akan membuat lidah ketagihan sehingga tidak cukup satu untuk memanjakan lidah dengan cireng isi cipaganti ini. Harga  untuk cireng renyah dengan rasa yang nikmat ini tidaklah mahal, hanya dengan 1000 rupiah kita sudah bisa menikmati satu buah cireng isi khas Cipaganti.

Selain cireng disini juga terdapat panganan lain yang juga terbuat dari aci (tepung kanji) yakni cilok. Cilok merupakan makanan khas kota bandung yang terbuat dari tepung kanji yang dibentuk (biasanya) bulat kemudian dikukus. Cilok ini merupakan singkatan dari aci dicolok (ditusuk) penamaan ini dilatarbelakangi oleh kebiasaan orang-orang yang memakan panganan ini dengan cara ditusuk (walaupun tidak harus selalu ditusuk).  Cilok cipaganti ini benar-benar kenyal karena cilok ini terbuat dari 100% tepung kanji tanpa campuran terigu. Cilok ini biasanya disajikan dengan dilumuri oleh sambal kacang yang bisa ditambahkan dengan kecap untuk menjadikan rasanya gurih ataupun ditambahkan dengan sambal cabe rawit untuk penyuka rasa pedas. Harga untuk satu buah cilok cipaganti ini hanya 700 rupiah saja.

Berbicara mengenai sejarah cireng cipaganti ini, saya berkesempatan berbincang langsung dengan pemilik usaha cireng ini karena ketika saya menyambangi tempat ini kebetulan pemiliknya sedang berada ditempat.  Ibu Iyan seorang wanita paruh baya yang sehari-harinya bekerja sebagai pengajar menuturkan bahwa usahanya sudah dirintis sejak tahun 90an, awalnya beliau hanya menitipkan cireng buatannya di warung-warung sekitar rumahnya. Setelah beberapa tahun berlalu kemudian ia mencoba untuk membuka lapak di jalan cipaganti tepatnya di sebelah Rumah Makan Ayam Goreng Suharti, lambat laun cireng ibu Iyan ini mulai dikenal dan dari sinilah muncul nama cireng cipaganti. Semakin hari, cireng ini mulai dikenal bukan saja oleh masyarakat bandung tapi juga oleh para pelancong-pelancong dari luar kota Bandung seperti dari Jakarta, Bekasi, Bogor bahkan Yogyakarta. Tak heran, hampir setiap hari cireng cipaganti ini selalu diserbu oleh para pembeli sampai-sampai untuk melayani pembeli, ibu Iyan harus memberikan nomor antrian kepada setiap pembeli yang datang. Beliau juga mengatakan bahwa setiap hari tidak kurang dari 4000-5000 buah cireng diproduksi dan bisa bertambah ketika akhir pekan datang karena biasanya banyak pelancong-pelancong yang datang membeli dalam jumlah yang besar karena makanan ini bisa dijadikan oleh-oleh dari Bandung. Namun sayang, beberapa tahun kemudian tepatnya tahun 2006 lapak ibu Iyan terpaksa dipindahkan karena dikhawatirkan akan mengganggu arus lau lintas di jalan cipaganti. Sejak saat itu lapak ibu Iyan dipindahkan ke kantor pos cipaganti, saat itu cireng Ibu Iyan masih cukup laris walaupun ada penurunan jumlah konsumen namun kemudian di tahun berikutnya lapak ibu Iyan kembali harus berpindah yakni ke sebelah luar kantor pos tepatnya di jalan Cemara (tempat berjualan hingga saat ini). Semenjak saat itu lambat laun jumlah konsumen makin menurun karena banyak pelanggan cireng cipaganti yang tidak mengetahui lokasi kepindahan cireng cipaganti ini dan juga banyak pelanggan yang ragu bahwa cireng yang ada di jalan cemara (lapak sekarang) itu adalah cireng cipaganti yang asli. Selain itu ditambahkan ibu Iyan sekarang banyak juga bermunculan cireng isi dengan jenis isi yang lebih variatif membuat persaingan cireng isi ini menjadi semakin ketat. Beliau bercerita bahwa untuk saat ini produksi cireng isinya tidak terlalu banyak seperti dulu, dituturkanya rata-rata produksi cireng isinya perhari hanya 300-400 buah cireng dan 500 buah cireng untuk akhir pekan.   Beliau berharap masa kejayaan cireng cipaganti pada tahun 2004-2006 bisa kembali terulang.

Semangat bu, roda kehidupan itu pasti akan terus berputar !!!!

Wale (Warung Lela)

Genk-Gonk goes to Wale

kemaren, tepatnya setelah bejibaku dengan jadwal kuliah yang padat *hayhay Lebay ini mah* Saya, Andri, Abud dan Endah (lalu Abdul sama Wayu nyusul) berencana untuk makan malam diluar..seperti biasa kami harus beradu mulut dulu untuk menentukan tempat makan (gilee mau makan aja pake ribet sihh) akhirnya saya berinisiatif cari info tempat makan di Kang Google, dan dapetlah satu info tentang tempat makan di daerah dago atas yang highly recommended, namanya WALE……….

Wale alias Warung Lela (ntah yang punyanya namanya Lela atau yang dagang namanya mpok Lela) ini merupakan sebuah tempat makan dikawasan Bandung Utara alamat tepatnya di Jalan Kupa No 6 Komplek Ranca Kendal..Jadi klo dari simpang Dago lurus ke arah utara terus (searah ke Ciburial) nanti patokannya Cafe Stone..trus masuk ke arah kompleks..dari situ ikutin jalan ke arah Cafe Congo (ada petunjuk jalan buat ke Cafe Congo) dari Cafe Congo ikutin aja jalan..melewati Bumi Joglo..trus nyampe deh..!! Tempatnya cukup unik, bertema Etnik, seperti rumah2 di Jawa..ada dua lokasi cafe..diatas dan dibawah (dipisahnkan oleh jalan dan tempat parkir)

Awalnya saya yang berbudget pas-pasan ragu mau nyoba makan disini soalnya tempatnya bagus banget (kan biasanya tempat berbanding lurus dengan harga) tapi karena info yang saya dapet dari Kang Google menyebutkan klo harga makanan disini cukup murah akhirnya saya dan teman-teman masuk saja (lagian dah kadung di Wale masa mau balik lagi…??)

Balik lagi Ke Wale,  tempat ini cocok banget buat makan malam bersama orang spesial (hihihihih) soalnya tempatnya yang berada di daerah perbukitan Bandung Utara dengan view kota Bandung membuat suasananya gak kalh dengan the Peak ataupun Sierra Tapi makan berang temen-temen sdisini juga bisa jadi alternatif buat makan sambil ngobrol-ngobrol santai. Oiya, sebagian menu yang ditawarkan berupa mie-mie-an maksud saya berbagai macem mie, dari mulai mie bakso, mie yamin, dan mie2 yang lain tapi sayang menu bertema Nasi masih minim disini sehingga tempat ini lebih cocok buat anda yang hanya ingin mengganjal perut dengan makanan yang gak terlalu berat. Aneka minuman pun ditawarkan dengan variasi yang beragam, drai mulai minuman dingin dampai dengan minuman hangat yang sangat pas dinikmati di malam hari.

menu yang ditawarkan di Wale

Karena lagi pengen nasi, jadi saya pesen nasi tim ayam dan teh panas..sslluurrrpp

Maaslah harga..Gak usah kuatir..sesuai info dari Kang Google dan sesuai dengan hasil survey saya kemaren..ternyata harga disini cukup bersahabat, bahkan dengan ukuran kantong mahasiswa seperti saya hehehhe. Pokoknya gak usah kuatir masalah harga rata-rata menu yang ditawrakan berkisar antara 10-20rb untuk makanan dan untuk minuman dan dessert harganya gak akan melebihi 8000 perak. Ditmabah dengan suasana yang nyaman pokoknya worth it lah makan disini. Seriusaann urang mah..!!!!

mendadak cianjur

hari ini iseng-iseng main ke cianjur sekalian ngisi liburan semester..mblusukan kali ini bener-bener spontan tanpa rencana bahkan bisa dibilang ketika di jalanpun saya masih blank..cuma bermodal niat buat nyicip kereta lokal cianjuran (atau klo kata anak2 Railfans sih “Argo Peuyeum”) saya pun akhirnya pergi ke cianjur walopun sebenernya masih agak cape setelah 3 hari sebelumnya berkelana di Jakarta

berangkat dari tempat kakak saya di cimahi dan dengan berbekal uang 30rb (itupun pemberian kakak :P ) saya menuju stasiun cimahi, saking semangatnya jam setengah 8 saja saya sudah berada di stasiun, loket dibuka jam 08.15 tepat 5 menit sebelum kereta tiba..setelah membeli karcis seharga Rp 1500 saya stand by di jalur tempat datangnya kereta

starting point stasiun cimahi

starting point stasiun cimahi

oiya…perjalanan saya ke cianjur sebenrnya datang dari niat pengen nyicip kereta api Argo Peyeum..wait, jangan membayangkan kereta ini sejenis kereta argo gede atau argo wilis ya..bukan itu sodara!!! Argo Peuyeum ini merupakan sebutan anak2 Railfan’s buat kereta api lokal Cianjuran. kereta ini cukup unik karena kereta ini ditarik oleh si mungil BB 301 17 dan hanya membawa 2 rangkaian kelas ekonomi saja, so why it’s named Argo Peuyeum?? jadi ceritanya beberapa tahun kebelakang kereta ini dijadikan alat transportasi para pedagang peuyeum (tape) dari cianjur menuju bandung (pasar Ciroyom) selain alasan faktor harga kereta ini juga menjadi transportasi masyarakat pedalaman Rajamandala, Cipatat, Tagog Apu yang akses jalannya masih sangat minim. akan tetapi sekarang kereta ini bukan hanya milik pedagan tape saja tetapi juga masyarakat (termasuk pedagang sayuran, buah-buahan dll) yang hendak menuju Bandung dari Cianjur atau sebaliknya dengan paket sangat ekonomis *bisa dibandingkan harga bis Bandung-Cianjur sekitar 15-20rb sedangkan kereta hanya 1500 jadi bisa hemat beratus-ratus persen*. keunikan lain dari kereta api ini juga adalah sifatnya yang seperti angkot bisa bersenti dimana saja, saya sempat kaget di daerah antara tagog apu dan cipatat, saat itu kereta tiba-tiba berhenti dan “blluugg” sebuah karung berisi barang belanjaan terjatuh diiringi beberapa penumpang yang turun padahal tidak ada stasiun di daerah itu, selain itu juga beberapa kali kereta berhenti di tengah perjalanan untuk menaikan penumpang. saya cukup menemukan “keunikan” sisi lain perkeretaapian di Indonesia

ini dia si mungil BB30117 loko Argo Peuyeum

ini dia si mungil BB30117 loko Argo Peuyeum

perjalanan yang memakan waktu sekitar 2,5 jam ini bener-bener membuat saya terpesona akan keindahan alam bumi priangan, bagaimana tidak disepanjang jalan saya disuguhkan pemandangan-pemandangan keren..liukan gunung-gunung kecil (lebih tepatnya bukit kali yah) hasil letusan gunung sunda, hijaunya hamparan sawah dan ladang, juga pesona sungai cisokan dan citarum  yang membuat saya terkagum-kagum. saya berdiri di pintu kereta *which is my favourite spot* jadi saya bisa langsung menyaksikan keindahan tatar sunda ini… memasuki daerah Cianjur pesona Gunung Gede-Pangrango menyambut saya dari kejauhan, puncaknya yang menjulang tinggi tidak nampak karena tertutupi balutan tebalnya awan…

setelah menepuh 2,5jam perjalanan akhirnya saya tiba di kota cianjur..okay food hunting is begin !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

stasiun cianjur

stasiun cianjur

sengaja saya keliling-keliling kota dulu biar energinya terkuras jadi kapasitas perutnya bisa membesar hehehe (ga nyambung yah) keliling daerah alun-alun ajah sih biar gak terlalu lama biar gak ketinggalan kereta….

1. GECO

setelah cukup berkeliling-keliling saya mulai perburuan makanan saya dengan GECO yang merupakan singkatan dari Toge dan Tauco. makanan ini sekilas mirip kupat tahu tapi bedaaaaa…baik dari komposisi maupun rasa, dari Komposisinya jelas terdiri dari toge sebagai komposisi utamanya, ditambah dengan mie kuning, potongan ketupat, tahu dan kentang. klo kupat tahu itu ber-saus-kan kacang GECO ini dibanjur sama saus tauco..soal rasa hmm..jujur yah agak aneh (mungkin karena belum biasa) agak2 asem rasa tauco gitu..tapi yang jelas ini makanan ENAAAAAAAAAAKKK PISAAAN..highly recommended klo ke cianjur (btw ini juga sebenernya jadi makanan khas kota sukabumi lho). GECO ini ada di Jalan Siti Jenab..beberapa meter arah utara mesjid agung. harga sepiring GECO ini Rp 5000 sahajah.

GECO pak Iding

GECO pak Iding

2. LAKSA

setelah sukses melahap sepiring GECO saya kembali hunting makanan, kali ini melintasi Jalan Mokh. Ali, saya nemu Laksa..yup saya kemudian duduk dan memesan semangkuk laksa. LAksa ini terdiri dari toge *again???subur banget yah gue*, bihun, telor, ketupat, tahu, oncom,kerupuk, juga daun kemangi dan disiram dengan kuah bumbu kuning. Rasanya ENAAAAKKK BANGEEEET kuahnya gurih pisan, trus daun kemanginya bikin sensasinya beda *apeee lagiii* dalam 10 menit semangkok Laksa udah sukses dihabisi. harga untuk semngkok laksa Rp 3500 saja *muraaaaahhh kaaaan???*

Laksa jalan mokh. ali

Laksa jalan mokh. ali

3. ASINAN BUAH

berjalan beberapa meter dari tempat Laksa saya menemukan asinan buah khas cianjur. Gak mau kehabisan saya mesen seporsi asinan buah. Rasa manis buah bercampur asem kuah toge *toge lagiii???* bikin badan jadi suegeeerr, mata melek dan hati senang :P seporsi asinan buah dihargai Rp3000 saja *awass klo dibilang mahal !!!!*

asianan buah yang bikin suegeerr

asianan buah yang bikin suegeerr

setelah melahap asinan waktu sudah masuk waktu solat dzuhur sayapun menghentikan dulu perburuan makanan, saya bergegas menuju masjid agung cianjur untuk melaksanakan hak saya bertemu sang pencipta :)

4. BATAGOR

setelah selesei sholat dzuhur, perburuan makanan kembali dilakukan..kali ini sasaran saya batagor depan taman kota, batagor mungkin dah gak asing lagi di kalangan masyarakat bandung, singkatan dari baso tahu goreng ini terdiri dari aci (tepung kanji) yang ditambah gilingan ikan tenggiri trus ditempelin ke tahu atau pangsit..tapi ada sedikit perbedaan antara batagor yang sering saya jumpai di Bandung dengan batagor yang dijual di Cianjur ini, klo di bandung batagor yang dijual ukurannya relatif besar-besar sedangkan disini batagor yang dijual berukuran relatif lebih kecil dan yang paling beda adalah batagor yang dijual disini disajikan dengan menggunakan ketupat..jadi seporsi batagor saja udah bikin perut terasa kenyang…..harga seporsi batagor plus ketupat ini dibandrol Rp 2000 saja… *ada yang ga setuju klo ini murah??gue gampar !!! :P *

*maaf gak sempet difoto*

5. SUSU MURNI

jam telah menunjukan 12.25 lalu saya bergegas menuju stasiun..di tengah perjalanan menuju stasiun saya menemukan penjual susu murni…lumayan buat oleh-oleh..saya pun membeli setengah liter susu murni dengan harga Rp 3000 saja…

susu murni

susu murni

6. KENTANG STEAK (STICK)

setelah mengantongi sebungkus susu murni saya kembali melanjutkan perjalanan menuju stasiun, beberapa meter sebelum stasiun tapatnya di Jalan Yulius Usman ada penjuan steak kentang, saya penasaran seperti apa sih rasa steak kentang itu..bayangan saya adalah steak macem daging steak tapi tebuat dari kentang yah mirip-mirip burger tempe lah…tapi ternyata steak kentang itu adalah kentang goreng yang dipotong panjang-panjang dan dibumbui oleh berbagai rasa…*oaalaah itu mah bukan steak atuh kang…tapi stick…buahahha saya tertipu..huffhh* tapi saya gak nyesel beli sebungkus steak (stick) kentang seharga Rp2000 karena selain rasanya enak, makanan ini juga menjadi teman saya kala menunggu kereta beranjak dari stastiun.

kentang steak..eh stick..

kentang steak..eh stick..

pukul 12.50 semboyan 35 dibunyikan kepala stasiun, dan “Argo Peuyeum” pun..beranjak meninggalkan stasiun Cianjur menuju Ciroyom Bandung………

mari kita hitung pengeluaran saya jalan-jalan di Cianjur

ongkos kereta Bdg-Cianjur PP… Rp 3000

makan GECO… Rp 5000

makan Laksa … Rp 3500

asinan buah … Rp 3000

batagor … Rp 2000

susu murni … Rp 3000

kentang steak … Rp 2000

jadi totalnya Rp 21.500…wow murah pisan kan !!! udah jajan berbagai macam jajanan pulak :P

perut kenyang hati senang…………………..!!!

mabok seafood di D’Cost

sabtu kemaren ceritanya para asisten Labkom ada acara makan bareng, and we choose D ‘ cost as our gathering place, saya sih manut-manut aja..lha wong gratisan gitu.. lagian *masih inget kan tulusan saya tentang phobia ikan yang udah mulai menjinak* sekarang lidah saya udah terbiasa dengan ikan, sepertinya sensor ke-eneg-an sama ikan udah rusak..ya saya mah seneng-seneng ajah artinya saya semakin leluasa untuk makan tanpa harus takut klo yang saya makan itu IKAN hehehehe…

pada awalnya emang semua asisten diundang buat acara makan-makan ini, tapi sayangnya (klo buat kita sih untung) beberapa orang dari kita mendadak gak bisa dateng karena berbagai alesan..Yesss berarti jatah kita tiap orangnya nambah huehuehue :D

akhirnya cuman kita bertiga Saya, Ka Andi sama Endah yang nongkrong di D ‘ cost, sialnya saya datang agak telat jadi sebelumnya mereka berdua dengan maruknya udah mesen dan menikmati Udang Saus Tiram, Kerang Bumbu Padang, Cumi Goreng Tepung, dan 7 gelas es teh manis *BAYANGKAAAAN!!!* jadi begitu saya datang, saya langsung melampiaskan dengan dua posri nasi putih, tahu bakar, cumi saus asam manis, dan dua gelas es teh manis *hihihihihi maruk juga yak??*

hasil kebinalan kami ber-tiga

makan ber-3 tapi udah kek porsi ber-10 wekekekkek

 

 

emang dasar perut karet semua, jadi begitu selesei makan kita masih merasa ada kehampaan dalam perut walhasil kita mesen lagi Kepiting Saus Tiram *sumpaah ini enak banget* trus Cah Kangkung, Tahu Bakar dan Sop Seafood *klo yang ini mah biaa ajah tapi lumayan laahh* dan juga tambahan teh manis anget (mengingat hujannya tambah gede jadi tambah dingiin)

setelah sukses menyantap menu tambahan, dan cukup kenyang tiba-tiba Wahyu datang, ternyata dia kehujanan makannya datangnya telaaaat pisan, dia mesen Cumi Goreng Tepung Telor Asin , Cumi Goreng Tepung sama Tahu Kipas, dan setelah dia seleesei makan, kebiadaban kita sama ikan berlanjut, sekarang kita mesen Gurame Asam Manis buat cemilan (wait, cemilan???) kita sembari nunggu hujan reda..Whooooaaahh Top Markotop ini mah, sumpah Ngeunaaaahh !!!!!!!!!!!!!!!!

Gurame Asam Manis(sebelum)

Gurame Asam Manis (setelah)

 

kebinalan kita di D ‘ cost berakhir jam 19.05 ,sebenernya masih hujan tapi karena gak enak soalnya kita dah nongkrong di sana dari jam setengah 4 akhirnya mau gak mau kita pulang juga….oh iya FYI, D’cost ini memang udah terkenal sama slogannya kualitas bintang 5 harga kaki 5, dan Yap cukup worth it dengan harga yang dibayar bahkan klo menurut saya cukup murah..jadi yah bisa dijadikan alternatif buat makan-makan *saya gak promosi looh*

makan besaaaarrrr....

Yap…perut kenyang hati senang, bener-bener menikmati kegilaan kita.. udah berasa anak kost yang gak makan 7 hari 7 malem…dan melampisakannya hanya dengan 3 jam sahaja :P

sering-sering ajah deh makan-makan kayak gini, apalagi klo akhir bulan waah disambut pisan itu mah :D

sumpah aink maboookk !!!!

gara-gara rujak cuka…

sssllluurrrrppp

sssllluurrrrppp

awal shaum saya sempet merasakan ketidakenakan badan,gejalanya komplikasi berbagai penyakit….meriang, sakit kepala, sakit perut, panas dingin..bener bener bikin saya gak menikmati shaum dua hari pertama, tapi so far Alhamdulillah walopun keadaan lagi drop gak menghalangi niat saya buat melanjutkan shaum… :D

nah, ceritanya pas hari ketiga itu kondisi badan udah agak mendingan, cuman masih agak pusing-pusing, sedikit meriang dan sakit perut…pas waktu berbuka makin deket bingung juga nih mau buka sama apaan soalnya kata dokter sih gak boleh makan gorengan, makan yang dingin-dingin, makan yang asem, makan yang pedes *hadoooohh..masa gue harus makan batuuu???*

sampailah saya pada satu gerobak yang menjajakan kolak dan rujak cuka ………… aiiihhh rujak cuka ini keliatan menggoda sekali lebih menggiurkan daripada godaan Aura Kasih ataupun Marsha Timothy… sebenernya inget kata dokter ga boleh makan ini itu dulu…………. tapi berhubung godaan rujak ini sangat dahsyat jadi seyapun tidak bisa mengelakan godaan rujak cuka itu..

beneran saya udah kayak orang hamil tujuh bulan aja…ngiler-ngiler nunggu bedug pengen cepet2 makan rujak yang saya beli… rujaknya sih biasa aja, sama kayak rujak cuka pada umumnya, ada buah2an kaya mangga muda, nanas, jambu air, timun, bengkoang, ada sayurannya juga, ada kol sama toge..trus kuahnya merah-merah cabe merah tambah asemnya cuka *gue nulis sambil ngileeerr* tapi berhubung saya  lagi sakaw rujak, rujak yang biasapun terlihat ruuuaaarrr biasaaaa……… !!!!!!!!!!!!!!!!!

begitu bedug maghriib tiba, saya langsung lahap..udah gak peduli sama perut yang lagi komat-kamit..gak peduli ama badan yang lagi turun naek panasnya..dan gak peduli sama kepala yang lagi snut-snutan.. pokoke hajar gan!!

ternyata saya merasakan hal aneh setelah saya makan rujak cuka ini… kok perut saya yang sebelumnya komat-kamit mendadak diem yah… trus kepala saya yang tadinya snut-snutan kok tampak lebih enakan yah… kok badan saya yang tadinyaagak-agak panas tampak mendingin… hehhehhehe ternyata si rujak cuka ini mengalikan perhatianku …(apeee lagii) maksudnya ke-sakaw-an saya  sama rujak bikin saya  gak peduli sama sakit yangsaya sedang derita dan membuat milyaran sel sel otak saya melupakan penyakit yang sedang saya alami ..yang akhirnya malah bikin keadaan saya yang kurang baik menjadi lebih baik..*uwooowwww ajiiipp kaann????*

jadi intinya, apapun yang kita rasa kurang baik..cobalah untuk membuat otak kita berpikir menjadi lebih baik, karena otak akan secara otomatis menyimpan memori dan memerintahkan serta mengendalikan seluruh sel yang ada pada tubuh kita sehingga keadaan akan menjadi lebih baik :)

hmm….ntar buka sama rujak cuka lagi akh !!!

ikan phobia

ikan ikan ikan ikan ikan ikan….aaaaaaaaaaaaaaaarrrrrgggggghhhhhhhh !!! GAK MAU..!!!!!!jauhkan mahkluk itu dari kehidupan gue, jangan sampai lidah gue nyentuh mahluk bernama IKAN..yup IKAN !!! mau ikan goreng, mau ikan bakar, mau gule ikan pokoknya say NO to ikaaaaaaann!!!

*cuplikan kemarahan gue saat dicekoki daging ikan sama temen gue hampir setaun yang lalu*

but noooww…ikan ikan ikan ikan ikan ikan aaaaaaaaaarrrrrgggggghhhhhhhh !!! MAU MAU MAU..!!!!!! mau ikan goreng, mau ikan bakar, mau gule ikan pokoknya say YES to ikaaaaaaann!!!

cepet banget gue murtad dari ikan phobia…dari dulu gue paling ogah makan sama ikan ntah knapa yah pokoknya lidah gue tampak gak bersahabat dengan sesuatu yang berbau ikan…segitu ekstreemnya, jadi klo di meja makan cuma ada ikan dan garam maka gue akan lebih milih garam…

life changes !!!

beberapa hari pas gue mulai tinggal di rumah nenek gue, gue makan seonggok nugget, pertamanya sih gue pikir itu nugget ayam so gud tapi bukan ah soalnya gue tau gimana rasanya nugget ayam so gud mah…dan rasanya laen ma nugget yang gue makan lebih gurih..lebih enak..berasa dagingnyah pokonya nuggetnya enak, penasaran donk gue sama nugget yang gue makan..ternyata bukan nugget yang ada dipasaran, ini nugget buatan nenek gue asli tanpa rekayasa…dan setelah selesei makan gue tanya ma nenek gue, berikut dialog percakapan gue dan nenek gue…

gue : nek, nuggetnya enak..banget2..besok bikin lagi nya!!

nenek gue : oh, iyalah insya allah…

gue : nuget apaan sih kok gurih banget..enak beda sama so gud

nenek gue : oh..itu mah nuget ikan (tampangnya polos tak berdosa seakan2 gak tau klo gue gak suka ikan)

gue : (bengong) Whaaaaaaaaaattttt de **** …???????????????????????

ikan..Yup daging ikan itu telah berhasil dengan predikat summa cum laude masuk ke mulut gue dan mengoyak ngoyak perut gue *jingkrak- jingkrak penuh kegembiraan serasa udah menang dari perang dingin lawan uni soviet* dan yang lebih tolol adalah gue telah berhasil tanpa sadar muji-muji kelezatan nugget ikan..uuhhmmm yuummmmiiii… mau ape lagi gue terlah terlanjur dinodai, yawis gue pun harus menerima kenyataan klo daging ikan itu ENAK..!!!

penasaran sama ikan yang laen *jangan2 yg kemaren cuma halusisnasi gue dan karena kehandalan nenek gue dalam mengolah ikan menjadi nugget* gue nyoba ikan bakar di simpang, gue beli ikan bawal bakar…sempet ragu mau makan tapi ternyata gue gak tahan iman buat menghadapi godaan si ikan bakar ini *si ikannya nari-nari striptease pake gaya aura kasih* sslluurrrpp dan ternyata rasanya jauh dari apa yang gue bayangkan………………………

rasanya NAMPOOOLLLLLLL………………………!!!!

enak banget, apalagi waktu daging ikan bakar yang keringnya dicocol ma sambel yg ajip..mantaaaafffff…!!!

ikan bakar sslllrrruuuppp

ikan bakar namppooooolll...!!!

lidah itu gak bisa boong…dan sejak kejadian itu *beuh kesannya paak* gue harus mengakui dengan gentle klo daging ikan itu ENAK…dan gue pun mulai open mind sama ikan malah klo makan ke KBL kadang gue makan sama ikan kakap crispy yang disiram pake kuah nanas (slllrrupppp glek glek)

gurame goreng garing..mau mau mau !!!

gurame goreng garing..mau mau mau !!!

lidah gue dah welcome sama ikan, dan gue pun memutuskan berhenti jadi ikan phobia karna ikan itu selain banyak gizinya yang pasti ENAK hahahha

ikan phobia? sudah lupa tuh..!!