Berburu Seni Mural dan Bangunan Klasik di Georgetown

DCIM100MEDIA

Tahun lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi Penang, sebenarnya plan untuk datang ke sini terlintas secara tiba-tiba hanya gara-gara menemukan harga tiket maskapai LCC dengan rute CGK-SIN-PEN jauh lebih murah daripada  rute CGK-KUL. Tanpa perencanaan dan serba mendadak 3 hari setelah booking tiket akhirnya saya berangkat #ThePowerofSoloTraveller.

Penang merupakan negara bagian yang terdiri dari dua wilayah yaitu Seberang Perai dengan Ibu kota Butterworth dan Pulau Pinang dengan ibu kota Georgetown. Georgetown sendiri merupakan kota tua telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai World Heritage Site atau Situs Warisan Dunia pada tahun 2008. Bagi penggiat wisata sejarah ataupun arsitektur kota ini bisa menjadi salah satu destinasi pilihan karena banyak sekali bangunan-bangunan klasik dan cantik yang masih kokoh berdiri.

Berkeliling berburu seni mural ataupun bangunan-banguna klasik di kota Georgetown ini dapat dilakukan dengan berjalan kaki karena selain jarak antar street art satu dengan yang lainnya cukup berdekatan, kota ini sangat ramah terhadap pejalan kaki dimana pedestrian-pedestrian dibangun dengan cukup luas dan baik, selain itu juga tidak banyak kendaraan yang melintasi street art ini sehingga kita dapat berjalan kaki dengan aman dan nyaman. Namun bagi kalian yang enggan berjalan kaki, bisa juga berkendara dengan menggunakan sepeda yang banyak disewakan penginapan-penginapan yang ada di sana ataupun dengan menggunakan becak wisata yang tersebar di setiap sudut jalan.

Pagi hari sekitar jam setengah 7 saat aktivitas kota masih belum menggeliat, saya sudah bergegas dari penginapan. Saya memang sengaja untuk berkeliling street art Georgetown pada pagi hari karena selain masih sepi dari antrian turis-turis yang ingin mengambil foto, Penang di siang hari juga cukup terik yang tentunya akan menguras banyak tenaga. Karena jarak dari Oscar Guesthouse ke street art cukup dekat, saya memutuskan untuk berjalan kaki menyusuri jalan-jalan di kota ini. Menyusuri jalan-jalan dengan bangunan-bangunan klasik yang tetap kokoh berdiri di kota ini membuat saya seolah-olah flashback ke masa lalu.

Selain bangunan-bangunan klasik peninggalan masa lampau, seni mural yang tergambar di dinding-dinding bangunan tua di kota ini juga menjadi daya tarik Georgetown. Adalah Ernest Zacharevic, seorang seniman asal Lithuania yang merupakan aktor dibalik terciptanya mural art street yang cantik dan tentunya sangat instagram-able. Gambar mural terpampang di dinding-dinding tembok rumah warga di sepanjang Lebuh Armenian, Lebuh Ah Queen, Lebuh Acheh sampai dengan Lebuh Chulia. Tidak semua mural terpampang di jalan-jalan besar memang, ada kalanya kita harus masuk ke lorong-lorong gang untuk bisa menemukan gambar-gambar mural yang artistik.

Setelah puas menikmati seni mural, saya beranjak ke arah utara tepatnya menuju Taman Kota Lama yaitu sebuah lapangan terbuka yang biasanya dijakdikan tempat berolah raga ataupun tempat bersantai dengan pemandangan pantai oleh warga ataupun wisatawan. Di tempat ini terdapat bangunan bergaya art deco peninggalan Inggris yang sekarang dijadikan kantor Majelis Bandaraya Pulau Pinang. Selain kantor pemerintahan kota, di kawasan ini juga terdapat sisa pendudukan Inggris berupa benteng pertahanan yang bernama Fort Cornwallis yang sudah didirikan sejak tahun 1786 namun saya tidak tidak sempat masuk ke dalam benteng tersebut karena memang belum buka.

Saya kembali melanjutkan explorasi saya di kawasan kota lama Georgetown. Dari Taman Kota Lama saya ke arah timur menuju Clan Jetty atau pemukiman warga yang berada di atas air. Sepanjang perjalanan menuju Clan jetty mata saya dimanjakan dengan pemandangan bangunan tua yang sarat akan sejarah. Gedung-gedung tua peninggalan Kolonial Inggris yang saat ini digunakan sebagai perkantoran ataupun museum tetap terawat tanpa meninggalkan unsur klasiknya.

Clan Jetty atau kampung air ini terletak di ujung timur kota Georgetown, tidak jauh dari pangkal Lebuh Chulia tepatnya di Pengkalan Weld. Sebenarnya Clan Jetty ini hanyalah sebuah pemukiman warga yang berada di tepi laut namun lagi-lagi karena pemerintah Malaysia sangat apik dalam mengelola pariwisatanya sehingga sebuah perkampungan tepi lautpun bisa dijadikan komoditi untuk menarik wisatawan yang datang *Yang begini begini sih yang harusnya ditiru sama kementrian pariwisata Indonesia..tapi ya sudahlah yah*

Clan Jetty ini merupakan perkampungan yang didirikan oleh imigran asal Tiongkok yang datang ke Penang. Clan Jetty ini pada mulanya ada sebanyak 7 lokasi namun 1 lokasi hancur karena insiden kebakaran, saat ini hanya tinggal ada 6 Clan Jetty (Lim Jetty, Chew Jetty, Tan Jetty, Lee Jetty, Yeoh Jetty dan Mix Clan Jetty). Dari 6 Clan Jetty yang ada Chew Jetty lah yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Untuk sampai ke kawasan ini caranya sangat mudah, bisa berjalan kaki seperti yang saya lakukan ataupun menggunakan becak wisata.

Iklan

Menyusuri Hutan Kota Negri Singa

IMG-20160728-WA0006-01

Mumpung lagi hangat-hangatnya peresmian Forest Walk Babakan Siliwangi di Bandung, saya jadi keingetan buat nulis tentang Forest Walk-nya Singapura yang pernah saya sambangi beberapa waktu lalu.

Singapura memang sangat concern dalam mempertahankan hutan sebagai paru-paru kota salah satunya The Southern Ridges. Meski tidak luas mengingat negara ini juga hanya seluas Jakarta namun keberadaan hutan kota ini sangat dijaga sebaik-baiknya. The Southern Ridges merupakan kawasan hijau yang terdiri dari beberapa hutan kota yaitu Mt. Faber, Telok Blangah, Kent Ridge Park, Hort Park dan Labrador Nature Reserve. Banyak warga ataupun wisatawan yang memanfaatkan kawasan ini untuk tempat berolah raga seperti running, yoga, ataupun sekedar berjalan kaki namun tidak sedikit juga wisatawan yang datang kesini untuk sekedar berfoto di Handerson Bridge sebuah jembatan kayu sepanjang 274 meter yang bangunannya cukup artistik dan cantik yang menghubungkan kawasan Mt. Faber Hill dengan Telok Blangah Hill.

PhotoGrid_1516242003688

Tempat ini cukup mudah dijangkau dengan kendaraan umum, dari halte bus Vevo City (Harbour Front) kita bisa menggunakan bus no 145 dan turun di halte kedua Handerson Rd jika tujuan kita ke Mt. Faber – Telok Blangah atau gunakan bus no 57 dan turun di halte pertama Alexandra Rd jika tujuan kita ke Kent Ridge Park atau Hort Park.

Rute forest walking yang saya lakukan adalah dari Handerson Bridge sampai dengan Alexandra Arch dengan menyusuri Hilltop Walk sepanjang lebih dari 2 km. Waktu terbaik untuk beraktivitas di kawasan ini adalah pagi hari ataupun sore hari saat sinar matahari mulai meredup. Memang waktu kedatangan saya saat itu kurang pas karena sudah lebih dari jam 10 siang, untunglah rindangnya pepohonan sepanjang jalan bisa menahan teriknya Singapura. Untuk penggiat trail running, tempat ini sangat cocok dijadikan destinasi jika berkunjung ke Singapura, bisa dilakukan dengan rute Mount Faber – Handerson Bridge – Hilltop Walk – Alexandra Arch – Hort Park dan berakhir di Kent Ridges ataupun rute sebaliknya.

PhotoGrid_1516242114834

Berada di tempat ini kita bisa merasakan sisi lain negeri Singa. Singapura dengan segala gemerlapnya kota, ternyata mempunyai tempat yang membuat kita lebih dekat dengan alam. Kicauan burung ataupun suara pohon yang tertiup angin seolah menutupi bising-nya deru mesin kendaraan ataupun crane-crane yang sedang membangun gedung-gedung pencakar langit.

IMG-20160728-WA0007

Sedikit tips sebelum menyusuri kawasan The Sothern Ridges :

  1. Pakailah alas kaki yang nyaman dan pakaian quick dry, kecuali hanya ingin foto-foto di satu spot saja
  2. Bawalah air minum secukupnya, karena seinget saya tidak banyak toko-toko yang menjual makanan/minuman
  3. Jangan buang sampah sembarangan

Happy forest walking gaes 🙂

Menghubungkan Kode Booking ke Akun AirAsia

Pernah gak sih beli tiket Air Asia via online agency seperti Traveloka, PegiPegi, Tikecom dll terus lupa nambahin bagasi atau bingung pengen pesen preorder meal tapi gak ada pilihannya?

Samaa, saya juga pernah !! hahahaha… Booking penerbangan Air Asia via online agency  bisa jadi dapet harga lebih murah daripada di website resmi atau apps-nya. Tapi memang menu tambahan lain seperti pembelian makanan, kursi pilihan atau comfort kit tidak tersedia pada layanan online agency tersebut atau ternyata butuh upgrade size bagasi. Jadi gimana donk kl udah kadung beli tiket AA via online booking lain dan perlu membeli menu tambahan?

Gak perlu khawatir….. ternyata selain menghubungi call center AA, kita juga bisa melakukan peembelin menu tambahan dengan melakukan sinkronisasi ke akun air asia.

Berikut cara melakukan sinkronisasi untuk melakukan pembelian menu tambahan pada maskapai Air Asia :

1. Masuk terlebih dahulu ke situs Air Asia, jika belum mempunyai log in ID ya buat dulu lah yah..

1

2. Masuk ke menu pembelian saya, lalu cari menu cari pembelian lain

2

3. Klik menu cari pembelian lain, setelah itu isi kolom kosong dibawah dengan menggunakan kode booking yang kita dapet dari online agency

3

4. Setelah itu akan masuk ke menu konfirmasi, silahkan klik tombol update detail sampai dengan muncul field untuk diisi

4

5. Isi mandatory field (tanda * merah) dengan nomor telpon dan email agar informasi tentang penerbangan (reschedule, cancel dll)

6

6. Setelah terupdate, check ke menu pembelian saya apakakah kode booking kita sudah terkoneksi di sistem Air Asia. Jika sudah muncul info pembelian tinggal klik menu modify untuk melanjutkan transaksi yang diinginkan.

71.png

8

Mudah bukan? dan sinkronisasi ke akun air asia ini juga bebas biaya sehingga lebih ekonomis dibandingkan harus menelpon call center #OgahRugi. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat yah… 😀

The Halal Guys, Menu Platter ala New York’ers

Saya pernah liat salah satu tayangan di Youtube tentang makanan-makanan populer di Negeri Paman Sam, salah satunya The Halal Guys yang cukup terkenal di New York. Street fastfood restaurant yang dirintis oleh 3 orang imigran Mesir ini awalnya menjual hot dog namun seiring berjalannya waktu dan potensi besar customer muslim yang kebanyakan para pengemudi taxi akhirnya mereka menjual hidangan platter.

Beruntung, The Halal Guys ini hadir di Jakarta bulan April 2017 lalu tepatnya di Senayan City Mall. Karena resto ini memang sudah terkenal dan cukup banyak review-review positif di berbagai media review di Amerika, antusiasme masyarakat Indonesia *errr…tepatnya Jakarta sih* cukup tinggi, hal ini terlihat dari beberapa bulan awal opening selalu padat antrian.

Penasaran dengan menu timur tengah bercitarasa amerika, saya pun baru bisa menyempatkan mencoba hidangan ini kemarin. Tepatnya selepas pulang kantor saya melipir sebentar ke Sency buat makan. Tempatnya sendiri untuk di Senayan City ini tidak terlalu besar, karena memang konsep asli yang mereka usung itu take and go jadi untuk dine in tidak terlalu banyak kursi dan meja yang bisa dipakai. Beruntung kemarin sedang tidak ada antrian jadi bisa makan dengan tenang dan nyaman.

Menu yang saya pilih adalah Regular Combo Platter. Combo platter ini terdiri dari nasi briyani, daging ayam, gyro (daging kebab yang dipotong kecil), roti pita, sayuran (daun lettuce dan irisan tomat segar) dan saus khas The Halal Guys yang terdiri dari white sauce (mayonaise based), hot sauce (chilli based) dan barbque sauce. Ternyata setelah saya coba, rasanya enaaaak!!! Nasinya enak, rempahnya tidak terlalu kuat tapi pas, daging ayam dan gyro-nya lembut dan gurih, sayurannya segaaaar dan yang terbaik sih emang saus-nya…..HAOCEEEE !!!! Duh, yang saya cobain disini aja enak banget gimana kalo nyoba yang original-nya di New York sana yah *semoga dikasih kesempatan buat nyicip the original one di New York , amiiin Ya Allah*.

IMG_20180105_193729_HDR-01

Seporsi regular platter dihargai 55k untuk ukuran large 80k. Selain menu berat berupa platter dan sandwich mereka juga menjual side dish khas timur tengah seperti hummus, baba ghanouj, taboulah, baklave dan juga french fries dengan harga berkisar 15-25k.

The Halal Guys
Mall Senayan City Lantai 5, Jakarta Selatan

Dikepret Seblak Jebred

Minggu lalu kebetulan saya ada tugas kantor di Bandung dan selama saya bertugas, Bandung kerap diguyur hujan. Pulang kantor pas hujan bikin perut meronta-ronta buat diisi yang anget-anget. Karena indomie udah terlalu mainstream buat dicemil *yelaah indomie mah buat cemilan doank* akhirnya saya melipir ke warung seblak jebred.

Sedikit cerita tentang seblak, jadi si seblak ini aslinya adalah makanan yang berasal dari kerupuk aci yang diseduh sehingga teksturnya jadi kenyal-kenyal gitu lah kemudian diberi bumbu atom *generasi micin pasti tau lah hahaha* dan biasanya terjaja di sekolah-sekolah SD, namun sekarang melalui sedikit modifikasi seblak jadi makanan yang sedang naik daun. Sebagai anak USA (Urang Sunda Asli-red) rasanya bangga jajanan masa kecil saya bisa jadi panganan yang meng-global #halah #naon

Selayaknya makanan-makanan hits zaman sekarang yang punya tingkat kepedasan, disini  ada beberapa tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan dengan keadaan perut dan hati #eaak. Topping atau isian yang disediakan juga cukup variatif dengan range harga 4k – 7k per item.

Untuk percobaan perdana saya pilih 5 topping yaitu kwetiaw, macaroni, tahu crispy, batagor dan siomay kering dengan kuah level 3 yang cukup membuat saya bercucuran keringet *maklum ketahanan pedasnya masih level cupu*.

Surprisingly, seblaknya enak !!!!! kuah rempah-nya nendang banget, pedasnya gak bikin emosi dan aroma jeruknya bikin seger.

Love at first trial … karena masih lapar dan saat itu hujannya belum berhenti alhasil saya pesen lagi 1 porsi dengan topping mie, macaroni, siomay kering, batagor dan ceker hahhahaha *laper apa doyan masnya??*

Warung seblak jebred ini belum ada setahun tapi sudah punya beberapa cabang diantaranya di Dago, Kopo dan Cimahi. Kalo ada yang nanya lokasi tepatnya dimana sila tanya ke mbah google hehehhe.

Buat saya seblak jebred ini bisa jadi alternatif buat cemal-cemil mengenyangkan selain itu juga tempatnya cukup nyaman untuk sekedar haha-hihi sama teman ataupun keluarga.

Overall, Worth to try ………. and sure will be back soon

Seblak Jebred
JL. Buah Batu no 163 Bandung
Samping J-co dan Domino Pizza

 

Menikmati Segelas Es Kopi Tak Kie

Hari gini siapa sih yang gak suka ngopi?

Saat ini, ngopi udah menjadi lifestyle di kalangan masyarakat Indonesia errr…maksud saya ngopi sambil nongkrong. Ngopi seperti-nya sudah jadi “kebutuhan” kaum urban terbukti dari menjamur-nya kedai-kedai kopi dari yang hanya menyajikan proses sederhana sampai dengan proses yang menggunakan metode-metode brewing  yang kompleks.

IMG_20170722_120205_HDR

“Ruang Barista”

Kali ini saya mau nulis tentang kedai kopi  sederhana yang cukup legendaris di Jakarta. Yup, Es Kopi Tak Kie !! Kedai kopi yang berada di daerah Pecinan Glodok tepatnya di Gang Gloria ini memang tidak hilang ditelan waktu. Ditengah kemunculan kedai-kedai kopi modern saat ini, kedai Es Kopi Tak Kie tetap dicintai para pelanggannya.

Memasuki gang gloria, kita akan disambut lapak-lapak yang menjual (kebanyakan) makanan non halal, jadi buat kita muslim mesti hati-hati sih kalo emang mau pesen makanan (kl ragu-ragu mending gak usah pesen makanan, cukup ngopi aja heheheh). Kedai Tak Kie ini buka dari jam 6 pagi sampai jam 2 siang tapi buat yang ingin mencicipi es kopi sebaiknya datang agak pagian karena pengalaman saya kesana jam 11 siang hampir kehabisan es kopi yang legendaris ini.

Nuansa peranakan klasik langsung terasa saat kita masuk ke tempat ini, konon bangunan yang sudah berdiri sejak tahun 1927 ini tidak banyak mengalami perubahan. Saat ini kedai Es Kopi Tak Kie dikelola oleh Koh Ayauw yang merupakan generasi ketiga.

Saat ngopi di sini, jangan sekali kali minta password wifi yah karena memang gak menyediakan wifi. Kedai ini tetap mempertahankan nuasa lawas-nya dimana kedai kopi menjadi tempat berinteraksi untuk para pengunjungnya dan menurut saya it works. Gak ada diantara pengunjung yang asyik sendiri dengan gadget-nya, dan inilah yang menjadikan suana hangat.

Proses pembuatan kopi disini cukup sederhana, tidak perlu metode yang macem-macem untuk mebuat cita rasa kopi disini menjadi nikmat, kopi cukup diseduh dengan air panas dan didiamkan beberapa saat untuk mencapai kematangan yang pas lalu ditambahkan gula/susu sebelum disajikan.

Saya cuma penikmat kopi biasa aja, jadi secara taste gak bisa ngasih review yang dalem. Tapi menurut saya kopinya enak, wangi dan manisnya pas. Awalnya mau pesen 2 jenis kopi yaitu Es Kopi Item dan Es Kopi Susu tapi karena saya dateng kesini kesiangan (padahal masih jam 11an hiks T.T) akhirnya saya pesen Es Kopi Susu yang cuman tinggal sisa segelas terakhir. Untuk satu gelas Es Kopi Susu dibanderol dengan harga Rp. 17.000,- cukup terjangkau untuk segelas es kopi susu yang tidak hanya memberikan cita rasa kopi namun juga memberikan pengalaman kepada penikmatnya untuk flashback ke masa lampau.

Nasib Ketinggalan Pesawat

Apa hal yang akan dilakukan jika kita terlambat check in dan tidak diperkenankan boarding?

  1. Masang muka melas berharap petugas counter check in mau berbaik hati nolongin supaya tetep bisa boarding
  2. Marah-marah dengan tameng slogan “Pelanggan adalah Raja, Raja mah bebas mau ngapain aja” ke petugas counter check in a la a la bapak/ibu pejabat
  3. Update status seolah-olah kita adalah penumpang yang teraniaya dengan kalimat hiperbola demi mendapat banyak likes atau komen
  4. Ngibrit ke ATM, liat saldo tabungan …… klo masih cukup  beli tiket baru, klo enggak yaudah balik lagi ke rumah

Ketinggalan pesawat emang bikin nyesek dan lebih nyesek kalo ternyata pesawatnya masih ground dan bahkan penumpangnya masih ada di boarding room. Pengalaman saya ketinggalan pesawat di akhir 2015 lalu waktu mau tugas ke Manado bikin saya makin well prepared klo bepergian dengan pesawat telepon udara.

Sebenernya kenapa sih counter check in itu umumnya ditutup 30 menit sebelum pesawat tinggal landas?

Pesawat itu kan bukan kayak metromini yang bisa bebas naik-turunin penumpang dimana aja, jalan-berhenti kapan aja dan masukin penumpang sebanyak banyaknya. Banyak aspek yang harus diperhatikan dalam dunia penerbangan dan seluruh aspeknya bersifat saklek. Sebelum terbang maskapai penerbangan harus memiliki data manifest penumpang, hal ini akan jadi acuan untuk perhitungan keseimbangan pesawat atau klo istilah bahasa aviasi-nya Loadsheet. Yap, pesawat harus dalam keadaan seimbang terutama saat critical point (take off dan landing). Kondisi yang tidak seimbang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan karena bisa jadi pesawat oleng. Waktu 30 menit ini umumnya digunakan oleh ailines untuk melakukan perhitungan penumpang, loading barang, merapihkan kursi/sampah dari penerbangan sebelumnya.

Jadi klo dateng mepet-mepet ke bandara dan menemukan kenyataan kl counter check in udah tutup, yaa terima nasib aja memang peraturannya seperti itu dan saklek. Justru klo si petugas counter check in berani masukin orang setelah check in system closed si petugas ini bisa kena sanksi karena merupakan pelanggaran dan bisa dituntut secara hukum karena diangap menyelendupkan orang secara gak terdaftar di manifest penumpang.

Jadi gimana donk biar gak gak telat check in? Simple lah…ya jangan telat dateng ke bandara!!! #gituajakokrepot. Usahakan tiba di bandara sejam sebelum keberangkatan atau klo pergi tanpa gembolan yang harus masuk bagasi mendingan check in secara online aja, jadi klopun datang mepet secara system kita sudah terhitung di manifest penerbangan jadi dateng ke counter check in tinggal print boarding pass aja atau beberapa maskapai sekarang udah bisa pake e-boarding pass jadi lebih simple lagi……yekaaan??

Ingat, beli tiket baru pake duit sendiri itu perih jendral !!!!! #curhatdongmah