dunia dalam kereta

ceritanya kemaren seperti biasa maen-maen gak jelas, modal 1000 rupiah buat naek kereta lokal bandung raya, saya menuju stasiun padalarang buat ngerekam beberapa video kereta api yang lewat. ntah kenapa kemaren saya pengen sok-sok-an jadi citizen journalist..cuman mau report hasil dari sok-sok-an jadi citizen journalist kemaren, ini dia liputannya….

1. stasiun padalarang bersama penjual pecel

sesampainya di stasiun padalarang, saya duduk sok-sok-an mengamati keadaan terminal eh stasiun, saya juga sempet ngerekam kereta yang lewat. tak lama kemudian saya melihat dua ibu-ibu pedagang nasi pecel sedang menyusun sayur-sayuran dalam sebuah tempat, ah..kebetulan saya juga belum makan, jadi sekalian makan sekalian ajak ngobrol ibu penjual pecel. saya pun mendatangi kedua wanita paruh baya tersebut, sebutlah ibu X berusia sekitar 40 tahun-an dan satu lagi ibu Y tampak usianya melebihi dari usia ibu X..keliatan dari luarnya aja sih *intuisi asal-asalan* saya pun langsung memesan seporsi nasi pecel khas kereta ekonomi sama ibu X tapi ibunya malah bilang “waduuh, mas maaf..pecelnya belum bisa dijual sekarang, ini lagi beres-beres buat nanti malem”..saya pun menjawab “hm..o gitu yah, yasudah atuh klo gitu mah..padahal lagi pengen nasi pecel nih bu hehehhe” ..tapi sayapun tak lantas pergi saya berbincang-bincang sebentar dengan ibu-ibu penjual pecel, ibu X berasal dari madiun, sebuah kota di jawa timur, sudah 10 tahun beliau berjualan pecel di dalam kereta, namun menghimpun pundi-pundi rupiah di dalam kereta sudah dilakoninya sejak 17tahun yang lalu mulai dari berdangang makanan kecil, kopi dan yang terkahir berjualan nasi pecel. sedangkan ibu Y sudah lebih lama berjualan nasi pecel didalam kereta, beliau berasal dari walikukun, sebuah kecamatan di kota ngawi, jawa timur. kereta baginya memberikan rezeki tersendiri. bagi ibu Y  yang sudah sejak 15 tahun yang lalu berjualan nasi pecel kereta memberikan sumber penghasilan tambahan baginya dismaping penghasilan suaminya yang bekerja sebagai petani.

banyak suka duka yang telah mereka alami selama berjualan di kereta, bagi ibu X pernah suatu kali beliau harus adu mulut dengan penumpang kereta. kejadiannya ketika si penumpang ngomel sama pedagang (yang kebetulan saat itu melintas ibu X) karena katnya dia gak bis atidur lantaran berisik…sontak ibu X balas ngomel, gini katanya ” heh..kamu kok sombong banget yah, klo gak mau berisik jangan naik kereta ekonomi..baru naik kereta ekonomi aja sombong!!! bla bla bla” sayapun melemparkan senyuman pada ibu X. senang sekali rasanya mengobrol ngalor-ngidul bareng wanita-wanita penyokong hidup keluarga ini..saya pun pamit kepada mereka karena saya mau nyari makanan *perut saya dah kontraksi* di luar..tak lupa saya meminta izin buat mengambil foto mereka tapi sayang mereka gak mau difoto alasannya polos sekali..MALU..heheheh yasudha sayapun akhirnya mengambil foto tanpa sepengetahuan mereka (maap ya ibu-ibu..saya gak izin dolo)

akhirnya sayapun pergi keluar untuk membeli makan siang , SEMANGAT YA BU, SEMOGA REZEKI YANG DIPEROLEH BAROKAH  UNTUK ANAK-ANAKNYA.. TETEP BERJUANG YAH🙂

2. mau ekonomis? ya pake kereta…

dari padalarang saya beranjak menuju cicalengka (dari bandung barat ke bandung timur)  saya duduk dekat pintu..tiba-tiba dua orang bapak-bapak meletakan beberapa karung barang bawaan. satu duduk disebelah saya, satu lagi duduk di seberangnya. pluit semboyan 35 dibunyikan, keretapun berangkat meninggalkan stasiun..bapak yang duduk disebelah saya kembali merapikan karung bawaannya yang klo saya liat itu daun serai, setelah ditumpuk rapi agar tidak menghalangi jalan penumpang lain, bapak itupun duduk kembali. sayapun mulai sok-kenal-sok-dekat dengan bapak, sebut saja Pak Engkus (asumsi dari temannya yang memanggil dia “kus”) dan obrolanpun mengalir begitu saja. Pa Engkus seorang pria setengah abad (lagi-lagi asumsinya cuma dari outlook aja :P) tiap seminggu sekali mengantarkankan barang dagangannya ke pasar Ciroyom. beliau berdomisili di ngamprah sebuah kecamatan di kabupaten Bandung Barat sana, beliau sering menggunakan kereta api untuk mengantarkan barang dagangannya walaupun agak sedikit ribet karena dari Ngamprah beliau harus menggunakan angkutan umum ke stasiun Padalarang, “Nya..lumayan lah langkung mirah ti batan kedah nganggo angkot ka ciroyom langsung mah..awis!!” beliau berucap. (translate : Ya lumayan lebih murah dibandingkan harus ngangkot langsung ke ciroyom..mahal!!). dengan kereta beliau bisa berhemat sampai dengan 20-30 ribu tiap kali jalan.  Obrolan singkat inipun harus diakhiri karena kereta sudah merapat di stasiun Ciroyom. (sengaja gak saya foto karena mengeluarkan kamera didalam kereta sangat berbahaya!!!)

oke deh..SEMOGA BERHASIL PAK !!!

selepas stasiun ciroyom mata sayapun terpejam, ntah karena capek atau karena sebelumnya lelah menghadapi ujian. sayup-sayup terdengar pedagang hilir mudik begitu juga dengan penyanyi jalanan. tak berasa lama mata sayapun kembali terbuka dan tiba-tiba saja telah sampai di stasiun Rancaekek (beuh…) dari sini mata sayapun terus mengamati hal-hal unik di dalam kereta sampai akhirnya kereta merapat di pemberhentian terakhir stasiun cicalengka.

turun dari kereta perut sayapun minta diisi, kebetulan atmosphere cicalengka dingin karena diguyur hujan. sayapun  melihat tukang cuankie dan langsung memesan semangkok cuankie yang cukup membuat badan saya hangat🙂

suasanana di stasiun cicalengka pun cukup sepi dan saya memutuskan untuk kembali menggunakan kereta yang tadi saya naiki untuk kembali ke Bandung

3. tawa ceria dalam kereta

jam setengah 6 sore kereta bergerak kembali menuju Bandung, saya duduk di gerbong paling belakang. seperti sebelumnya kereta dibanjiri pedagang asongan dan penyanyi kereta yang hilir mudik dari gerbong depan ke gerbong belakang pulang-pergi. bagi mereka mungkin kereta ini menjadi ladang nafkah untuk menyambung hidup

tak lama kemudian ada tiga orang anak perempuan, masih kecil sekitar 7-8 tahunan lah (klo ini asumsinya agak kuantitatif soalnya mirip-miripin sama umur adek-ku yang 8 tahun) satu orang menggantungkan sebuah tam-tam di pinggangnya, satu lagi menggenjreng sebuah gitar dan seorang lainnya mengetes suaranya. ketiga anak itu saling bercanda dan tertawa sembari mempersiapkan peralatan “show” nya. si pemegang tam-tam mulai memukul-mukulkan jemari kecilnya, si pemegang gitar mulai memetik senar membunyikan gitarnya dan si vokalis menyampaikan introduksinya dengan lancar “selamat sore pada para penumpang, izinkan kami berdendang menggagu perjalanan para penumpang sebentar” (begitulah kira-kira) dan si vokalis mulai menyanyikan lagu yang katanya sih langi nge-hits..saya gak tau judul lagunya tapi kira2 yang liriknya seperti ini ” sesungguhnya…sesungguhnya ku tak bisa..hidup tanpa ada kamu..aku gila..” sampai lagu tersebut habis, si vokalis kemudian mengeluarkan bungkusan bekas permen dan langsung meminta receh dari penumpang. tepat ketika ketiga gadis cilik itu didepan saya, saya pun mengeluarkan selembar uang bergambar Pattimura, saya tanya mereka terlebih dahulu..dari pertanyaan itu saya mengetahui klo nama mereka Indah, Sari dan Silvi. merekapun terus bercanda sekalipun saya sedang bertanya..dan ketika saya nanya tentang alasan mereka menjual suara dalam kereta..mereka hanya tertawa lepas, seakan malu untuk menjawab pertanyaan saya..dan mereka tetap bercanda menghiraukan pertanyaan saya (teu diwaroo..asa dihina…beuki teu diwaroo..beuki teu ngeunah hatee..) Ya sudahlah..terlalu dini bagi mereka untuk tahu mengapa mereka harus berada didalam kereta menjual suara, yang terpenting bagi mereka adalah bernyanyi dengan baik dan penumpang memberikannya uang…

walaupun kehidupan keluarga berada dipundak mereka, tapi mereka tetap tersenyum dan tertawa seakan-akan kesulitan yang mereka hadapi bisa sirna hanya dengan tawa….. TETAP SEMANGAT YA DEK, MUDAH-MUDAHAN MASA DEPAN KALIAN LEBIH BAIK🙂

pukul 19.00 kereta pun tiba di stasiun Bandung, setelah turun sayapun kemudian beranjak pulang..hm, perjalanan yang luar biasa, perjalanan yang bisa membuat saya menjadi orang yang lebih bersyukur…

terima kasih Ya Allah 🙂

8 responses to “dunia dalam kereta

  1. nice post…
    emang seru boy kalo wawancarain orang2. dapet pengalaman baru n bener banget bisa buat kita lebih bersyukur

  2. iya..apalagi yang diwawancaranya rakyat jelata🙂

  3. tul banget tuh..coba anggota dewan mu ngelakuin itu yak

  4. iya haaa..jadi ingat yg pas nyariin tempat kos buat gw.. naik kereta api ekonomi, subhanalllah..bener2 kehidupan asli rakyat jelata..jadi amat sangat bersyukur..Allah sangat sayang sama gw..hiks..

  5. Keren, kok, laporan perjalanan yang ditulis. Buktinya? Saya membaca sampai kata terakhir dan akhirnya nulis komen ini. Tetap semangat nulis, Bro. Tetap rajin jalan-jalan biar semakin banyak pengalaman yang bisa dibagi ke para blogger lain.
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com/
    http://notulabahasa.com/

  6. nice gan😀
    diteruskan😀

  7. Iri aku baca tulisan ini. Enak bener ada kereta murah bisa keliling ke banyak tempat gitu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s