menjelajahi Bandoeng Tempoe Doeloe

berniat mengelilingi kawasan Bandung Lama dari beberapa minggu lalu akhirnya bisa terwujud minggu ini (24 April 2010), awalnya sih temen2 saya mau pada ikut, cukup banyak  temen yang mau ikut trip ala saya tapi itu teori doank, prakteknya too much excuse..yang ujung-ujungnya saya pergi sendiri hehhehe. Ga jadi masalah berangkat sendiri, justru semakin asyik karena saya punya banyak waktu dan itenarary yang lebih leluasa. Perjalanan diawali dari simpang dago, saya menggunakan angkot Kalapa-Dago untuk menuju  Hotel Preanger. Perjalanan sekitar 20 menit lalu sayapun turun di perempatan Asia-Afrika – Lembong dan kemudian saya menuju titik 0 Km sebagai titik awal pemberangkatan saya😀

1. Titik 0 Km

0 Km bandung
0 Km bandung *diambil dari skyscrapercity.com*

tak banyak yang menyangka bahwa tugu 0 Km di Jalan Asia-Afrika ini mempunyai nilai historikal yang tinggi. Titik ini menjadi titik awal terbentuknya kota Bandung sekaligus titik awal perhitungan jarak dari kota Bandung ke kota-kota lain. dahulu saat Gubernur Jendral Hindia Belanda Daendels membangun jalan Pos (Postweg) Anyer-Panarukan   dia melewati bandung (yang juga dilalui Postweg ini) dia sangat terpikat oleh keindahan dan kesejukan kota Bandung, kemudian dia meminta bupati Bandung R. Wiranatakusumah II seraya berkata “Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd” yang artinya Coba usahakan, ketika saya kembali kesini daerah ini sudah menjadi kota. Kemudian Daendels menancapkan tongkat di tempat ini dan akhirnya masyarakat membuat sebuah monumen tepat di titik 0 Km tersebut.

2. Kantor Pikiran Rakyat

beberapa meter dari titik 0 Km terdapat sebuah kantor harian Pikiran Rakyat, hm…nothing special tapi lumayan mumpung masih pagi saya bisa baca update-an kabar hari ini via koran yang ditempel di papan baca depan kantor

3. Museum Konferensi Asia Afrika

gedung merdeka
gedung merdeka *diambil dari skyscrapercity.com*

setelah membaca update-an berita hari ini kaki saya langsung melangkah ke sebuah gedung yang sangat terkenal di Bandung, yup..Gedung Asia Afrika. mumpung weekend ini buka karena ada acara peringatan 55tahun KAA (biasanya museum KAA ini hanya buka senin-jumat) sayapun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. dimulai dari Lobby gedung saya disuguhi replika para pimpinan sidang KAA seprti Jawaharlal Nehru dari India, U Nu dari Burma, Sir Jhon Kotelawala dari Sri Lanka, Ali Sastroamidjojo dari Indonesia dan Mohammad Ali dari Mesir. berjalan ke sebelah timur lobby terdapat tulisan mengenai sejarah KAA dan peristiwa-peristiwa yang melatarbelakangi terselenggaranya KAA. Sedangkan di sebelah barat terdapat sebuah venue atau balai yang digunakan sebagai tempat berlangsungnya konferensi, lengkap dengan mimbar, panggung, dan juga tempat untuk para wartawan meliput kegiatan.

Berbicara sedikit mengenai KAA, konferensi ini merupakan suatu acara yang luar biasa yang diselenggarakan Indonesia. Indonesia sebagai salah satu pemrakarsa dapat menjadi yang terdepan dalam memecahkan masalah dunia. Saya berpikir sejenak dahulu betapa Indonesia sangat disegani di mata dunia. Indonesia dengan ide-ide nya dapat ikut menjadi bagian dari solusi masalah dunia, perasaan bangga menjadi bangsa yang besar. Akan tetapi sangat miris melihat kenyataan bangsa Indonesia sekarang, kondisinya sangat jauh dari masa lalu, penjajahan atas bangsa sendiri dilakukan secara nyata oleh penguasa. Bukan menjadi solusi dalam masalah dunia tapi permasalahan di negeri sendiri semakin hari semakin kompleks. Tapi bagaimanapun bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar, generasi sekaranglah yang harus menjadikan bangsa ini besar kembali🙂

kembali ke Gedung Merdeka, gedung bergaya Art Deco yang mempunyai nama Socitet Concordia ini dahulunya adalah sebuah tempat hiburan Elite bagi Noni-Noni dan Mener-Mener Belanda. Di gedung ini biasanya menampilkan berbagai kesenian, gedung ini merupakan sarana rekreasi bagi Mener-Mener Perkebunan, pengusaha ataupunn kalangan atas. Tidak sembarang orang bisa masuk ke Gedung ini bahkan tidak semua orang Belanda dapat masuk ke gedung ini jadi tempat ini memang sangat ekslusif.

5. Kompleks penjara Banceuy

kamar no 5 blok F
kamar no 5 blok F *diambil dari detik.com*

berjalan beberapa meter dari kompleks gedung merdeka saya kemudian menyusuri jalan Cikapundung dan masuk ke kompleks pertokoan spare part mobil di jalan Banceuy. Wait…, tujuan saya ke tempat ini bukanlah untuk membeli spare part mobil (tentu tidaaak!!) tapi untuk melihat suatu situs sejarah perjuangan bangsa. Dahulu kompleks pertokoan ini merupakan sebuah kompleks penjara yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda sekitar tahun 1877 (dari impo yg saya dapet). Kompleks penjara ini mempunyai nilai historis yang cukup besar bagi bangsa ini, karena pada tahun 1929 Soekarno pernah ditahan di penjara ini tepatnya di ruang nomor 5 blok F akibat perjuangan beliau untuk mencapai kemerdekaan, sampai sekarang ruang tahanan bung karno masih diabadikan sebagai situs sejarah. Sekarang kompleks penjara ini telah dibongkar dan dialihfungsikan menjadi pertokoan. masih nampak di depan kompleks pertokoan ini sebuah pos keamanan untuk memantau tahanan, namun kondisinya sudah memprihatinkan. Kesan pertama saya ketika datang ke tempat ini adalah MIRIS *seriously* bagaimana bisa suatu tempat yang memiliki nilai historis (apalagi pelakunya seorang tokoh yang besar di negeri ini) dibiarkan seadanya. Ruang tahanan bung karno tersebut hanya diberi sebuah prasasti dan diberi pagar yang penuh oleh jemuran Tunawisma.  Saya jadi ingat quote ini “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perjuangan para pahlawannya” hmm..jadi berfikir lagi pantas saja bangsa ini sampai saat ini masih kerdil karena bangsa ini kurang menghargai para pahlawannya. Semoga generasi saat ini bisa memperbaiki keadaan menjadi lebih baik sehingga bangsa ini bisa benar-benar menjadi bangsa yang besar🙂

6. Pabrik Kopi Aroma

kopi aroma
kopi aroma khas Pabrik Kopi Aroma bandung *diambil dari catatanpendek.blogspot.com*

setelah mengunjungi penjara Bung karno di kawasan Banceuy, saya meneruskan kembali perjalanan menuju jalan Banceuy no 51. Ada apa disana? Hmm…Banceuy 51 adalah sebuah tempat penjualan kopi. Wait, ini bukan sembarang toko kopi karena kopi yang dijual disini berbeda dengan kopi di tempat lain. Pabrik Kopi Aroma, itulah nama tempatnya, sekilas nampak tidak ada yang spesial di tempat ini. hanya gundukan biji kopi yang terpampang di etalase toko. Namun didalam rumah ini ternyata ada pabrik kecil tempat mengolah biji-biji kopi tersebut menjadi kopi yang bercita rasa tinggi. Jangan segan untuk meminta bapak Widya Pratama (pemilik pabrik kopi) menunjukan proses pembuatan kopi ini karena beliau akan sangat senang mengenalkan proses pembuatan kopi yang masih dilakukan secara tradisional, dapat dilihat dari peralatan-peralatannya yang sederhana. Satu yang membedakan cita rasa kopi ini dengan kopi yang lainnya (apalagi kopi instant) adalah proses pembuatannya dimana biji-biji kopi ini ditumpuk dalam karung goni dan disimpan selama 5-8 tahun tergantung jenis kopinya. Prosesnya penyimpanan kopi ini cukup lama namun disinilah letak khasiatnya, kopi yang disimpan dalam waktu yang cukup lama mebuat kadar keasamannya turun dan konsentrasi kafein dalam kopi tersebut menurun sehingga dapat mekasimalkan khasiat dari kopi itu sendiri dan memang kopi ini terbukti aman bahkan untuk penderita maag sekalipun.

dalam menjalankan usahanya Pak Widya Pratama sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran, ini yang patut dicontoh bagi semua enterpreneur. Dalam menjalankan bisnis kopinya beliau senantiasa menerapkan prinsip-prinsip kejujuran sehingga itulah yang membuat kualitas kopi ini tidak pernah berubah dari masa ke masa. Usaha ini dirintis oleh ayahnya dan beliau melanjutkan usaha ayahnya ini dengan integritas yang tinggi.

Beruntung sekali saya dikasih kesempatan buat nyicip 2 kopi andalan Pabrik Kopi Aroma ini, Robusta rasanya memang sedikit lebih pahit tapi khasiatnya nendang banget!!!! buat mahasiswa atau para pekerja yang lagi dikejar deadline kopi ini cocok buat menemani setumpuk kerjaan. Dijamin mata melek terussss..!!! Nah yang kedua Arabica, kopi ini mempunyai aroma yang wangi banget, pokoknya menambah cita rasa untuk minum kopi deh, klo jenis kopi ini dapat dikonsumsi saat santai atau saat lagi ngumpul bareng karena aromanya membuat kita menjadi lebih rileks..Serus!!!!

Urusan harga, tenang..sesuai penjelasan saya tadi, Pak Widya Pratama ini bukan tipikal pengusaha yang maruk beliau mejual kopi-kopi berkualitas tinggi ini dengan harga yang cukup murah, untuk Robusta Rp 3000/ons sedangkan Arabica Rp4400/ons. Satu ons ini bisa dikonsumsi selama 1 minggu, Oihya beliau juga menyarankan pada saya agar tidak membeli terlalu banyak, belinya sedikit-sedikit saja yang penting rutin soalnya untuk menjaga aroma serta kualitas kopi, kopi jangan didiamkan dalam toples biasa dalam kurun waktu yang lama karena itu akan menurunkan kualitas kopi, jadi mending belinya sedikit-sedikit saja dulu agar kualitas dan aroma kopi terjaga. Wah..benar-benar seru bertemu tipikal pengusaha hebat seperti beliau yang tetap menjunjung tinggi integritasnya di tengah persaingan bisnis yang semakin gila..Salut, Standing Applause deh !!!!

Setelah mengantongi beberapa bungkus kopi sayapun melanjtkan perjalanan saya menuju Stasiun Bandung, karena rencananya hari ini saya akan melakukan perjalanan menuju Jakarta menggunakan KA Parahyanggan sebelum kereta ini dihapus tanggal 27 April besok T_T

note: karena gak bawa kamera jadinya gambar yang didisplay bukan gambar saya tapi ngambil dari berbagai sumber🙂

Great Adventure around The Old Bandung🙂

5 responses to “menjelajahi Bandoeng Tempoe Doeloe

  1. Keliling Bandung ya mas…
    Mupeng mode on…

  2. iya mas, menyempatkan diri di sela-sela kuliah, malu 4 taun di bandung ga pernah ngubek2 bandung hehehhehe

    klo ke Bandung cobain deh Kopi Aroma (Robusta dan Arabica) di Parik Kopi Aroma ==> yang saya review..hehhe kopinya mantaff

  3. kalo gw ke bandung ajakin keliling2 dong😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s