Parahyangan Terakhir

Bisnis 1 KA 69

Bisnis 1 KA 69

sebelum KA Parhyangan dihentikan operasinya tanggal 27 April 2010 besok, saya sebagai railfans tidak mau menyia-nyiakan kesempatan terakhir saya bersama kereta yang sudah hampir 40 tahun beroperasi ini. Berangkat dari stasiun Bandung pukul 13.00 saya menaiki KA 69 yang ditarik Loko CC201 100 membawa 7 rangkaian dengan formasi 4K2+KMP+2K1 . Tepat pukul 13.00 kereta berjalan meninggalkan satsiun bandung menuju Jakarta (Gambir)

berbicara sedikit mengenai KA Parahyangan, kereta ini disekitar tahun 90an sampai dengan awal 2000an sempat menjadi Primadona trayek bandung-Jakarta dan sebaliknya saat itu sebelum ada Jalan Tol Cipularang waktu tempuh kereta api merupakan yang tercepat dibandingkan dengan menggunakan bus yang harus memakan waktu sekitar 5 jam karena harus melewati daerah Puncak ataupun purwakarta.

perjalanan menggunakan kereta api ini saya pikir perjalanan yang sangat menarik, karena di petak antara Purwakarta sampai dengan Padalarang penumpang akan dinamanjakan dengan pemandangan alam tatar Priangan yang begitu cantik dan mempesona sehingga walaupun perjalanan memakan waktu kerang lebih 3 jam penumpang tidak akan bosan karena akan terus disuguhi pemandangan yang bagus.

kemudian semenjak tahun 2005 ketika jalur Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) dibuka perlahan tapi pasti penumpang banyak yang memilih jalan tol tersebut karena waktu tempuh yang dapat direduksi menjadi 2,5 jam saja untuk petak Jakarta-Bandung. Relative singkatnya waktu tempuh jakarta-bandung membuat usaha travel semakin potensial sehingga tidak berselang lama kemudian usaha travel menjamur dan menggarap penumpang kereta api. dari situlah kemudian penumpang kereta beralih ke angkutan travel dan membuat penurunan okupansi kereta api.

balik lagi ke perjalanan terakhir saya bersama KA Parahyangan, kereta ini bejalan cukup cepat sampai dengan padalarang, kemudian  berhenti untuk silang dengan KA 68 dari Padalarang kereta melaju tanpa berhenti untuk persilangan (Argo Gede aja sampei berhenti untuk mempersilahkan KA 69 melaju). Namun di Petak Ciganea-Purwakarta kereta melaju dengan sangat lambat ini dikarenakan ada perbaikan rel yang diakibatkan labilnya struktur tanah di daerah tersebut (sempat beberapa kali longsor) sampai dengan stasiun Purwakarta kereta berhenti untuk menurunkan penumpang dan bersilang dengan KA 70. setelah bersilang kereta melaju kembali dengan cepat tidak lebih dari satu jam kereta telah sampai di stasiun Bekasi, kemudian berhenti untuk menurunkan penumpang. setelah itu kereta kembali melaju menuju satsiun Jatinegara dan berakhir di stasiun Gambir. KA 69 15 menit lebih lambat sampai di stasiun Gambir

perjalanan terakhir bersama KA Parahyangan yang tidak pernah membosankan, semoga dengan penghapusan KA Parahyangan muncul KA lain yang okupansinya lebih bagus. Terima kasih telah setia mengantarkan saya Bandung-Jakarta dan sebaliknya🙂

Goodbye…and Rest In Peace🙂

5 responses to “Parahyangan Terakhir

  1. Dalam hidupku, baru sekali aja naik KA Parahyangan ini….

    Sampai Jumpa lagi KA Parahyangan…

    • klo saya sering bulak-balik jakarta pake kereta ini, lama sih iyah..tapi view-nya itu loh..luar biasa heheheh jadi bener2 merasa kehilangan *halah lebay nih tapi emang iya*

  2. sabar ya dha,,,ntar juga ada gantinya..yang lebih baek (naon deuih)

  3. kereta kendaraan favorit gw …
    inget banget gw waktu masih kecil kalau kakek gw ga ajak gw
    jalan-jalan liat kereta di sore hari gw bisa nangis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s