Perjalanan Menuju Puncak Gn Semeru (3676 mdpl)

Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa

lirik lagu dewa 19 yang berjudul “Mahameru” terngiang kembali di telinga saya setelah beberapa hari yang yang lalu saya melakukan perjalanan menuju “atap” pulau jawa

berangkat dari bandung tanggal 02 juli 2010, saya dan ketiga teman saya menumpang KA Malabar relasi Bandung-Malang dengan harga tiket ekonomi plus-plus sebesar Rp 90.000 perjalanan menggunakan KA kelas ekonomi menjadi lebih nyaman karena selain bebas dari pedagang asongan dan kereta inipun tidak berhenti di setiap stasiun kecil sehingga bisa memangkas waktu perjalanan sejauh 779 Km.

pukul 10.00 kereta merapat di stasiun Malang Baru, sembari menunggu team Jakarta kami mengisi perut terlebih dahulu dengan soto basket yang ada di depan stasiun, kemudian setelah perut terisi kami melakukan packing ulang dan belanja logistik yang belum sempat dibeli di bandung. Team jakartapun tiba di stasiun malang pukul 12.30

setelah semua siap perjalanan dilanjutkan menuju pasar tumpang menggunakan angkot. Oiya, di stasiun kami bertemu 2 orang perempuan (mbak Wiwik dan Mbak Nina) yang hendak menuju Semeru juga sehingga kami akhirnya bergabung (lumayan lah untuk mereduksi tarif charteran angkot). Waktu yang ditempuh dari Stasiun Malang sampai dengan pasar Tumpang kurang lebih sekitar 30 menit. setelah sampai di pasar Tumpang kami lantas melakukan registrasi pendaftaran dan kembali menge-chek perlengkapan yang kami bawa.

jeep sebelum berangkat @Tumpang

jeep sebelum berangkat @Tumpang

setelah selesai check dan richek, kami kemudian menuju Ranu Pane (gate awal pendakian) perjalanan memakan wkatu sekitar 2 jam dengan menggunakan mobil Jeep. Di tengah2 perjalanan menembus dinginnya kota di kaki pegunungan Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru (TNGBTS) kami tak henti-hentinya berdecak kagum melihat pemandangan luar biasa smapai-sampai di tengah perjalanan Jeep harus berhenti karena hasrat untuk berfoto ria sudah tak dapat dibendung lagi *hahaha lebay gitu yah*

Bukit Tengger @OTW Ranu Pane

Bukit Tengger @OTW Ranu Pane

setelah mengabadikan tempat-tempat keren di tengah perjalanan, kami melanjutkan kembali perjalanan menuju Ranu Pane, sayang kami terlambat menuju Ranu Pane sehingga pos pendaftaran pendaki sudah ditutup dan menurut aturan yang berlaku para pendaki dilarang melakukan pendakian melebihi pukul 18.00 akhirnya kami beristirahat di tempat penduduk dan mengumpulkan energi untuk pendakian esok pagi

pagi @Ranu Pane

pagi @Ranu Pane

pukul 05.00 kami bersiap-siap packing barang-barang yang akan dibawa, setelah sarapan kami mulai pendakian pukul 7 lebih, awal pendakian kami melewati ladang-ladang perkebunan yang didominasi oleh sayuran, setelah beberapa meter berjalan kemudian kami memasuki hutan menyusuri punggungan gunung. Track yang dilalui cukup landai dan memakan waktu sekitar 3-4 jam normalnya menuju Ranu Kumbolo. Dalam perjalanan Ranu Pane-Ranu Kumbolo kami melewati 4 pos peristirahatan, saya lupa nama-nama posnya yang pasti pos 1 itu diantara hutan pinus, pos 2 itu di watu rajeng, pos 3 ntah dimana saya lupa dan pos 4 itu di dekat Ranu Kumbolo. Setelah memakan waktu sekitar 4 jam lebih kami akhirnya mencapai Ranu Kumbolo, disini kami menyiapkan keperluan untuk makan siang. Setelah makan siang dan sholat perjalanan dilanjutkan menuju tempat camp yaitu KALIMATI. Perjalanan dari Ranu Kumbolo dimulai dengan melewati tanjakan cinta, tanjakan yang terlihat pendek namun setelah dilewati ternyata sangat sangat sangat sangat menguras tenaga banyak mitos didalamnya yang boleh percaya atau tidak. Namun lelah setelah melewati tanjakan cinta akan segera hilang setelah kita melihat hamparan savana yang sangat rapih seperti bukit yang ada di Film Teletubbies, Oro-oro Ombo itulah nama bukit yang juga dikenal dengan bukit teletubbies, disini kita akan melihat hamparan savana dan ilalang yang ditumbuhi bunga-bunga berwarna ungu (mirip bunga edelweis tapi bukan) kombinasi yang sempurna sebagai obat lelah setelah melewati tanjakan cinta. Setelah melewati Oro-oro Ombo, kemudian masuk ke Cemoro Kandang sebuah kawasan hutan pinus yang juga banyak ditumbuhi tumbuhan alang-alang. kondisi jalan menuju kalimati relative landai dan tidak banyak menguras tenaga. Setelah melewati daerah cemoro kandang makan sampailah di pos Jambangan sebuah lapangan kecil yang sebenarnya cukup nyaman untuk mendirikan tenda, namun karena alasan jauh dari sumber air dan faktor “x” akhirnya kami memutuskan untuk tetap mendirikan tenda di kalimati. setalah berjalan sekitar 15 menit dari pos Jambangan sampailah kami di Kalimati sebuah area/ padang yang banyak ditumbuhi oleh ilalang dan edelweis. Pos ini juga biasanya menjadi favorit pendaki untuk mendirikan tenda karena jarak dengan sumber air relatif lebih dekat daripada di Jambangan atau Arcopodo. Setelah mendirikan tenda kami menyiapkan keperluan untuk mekan malam, saya dan mbak wiwik mengambil air di daerah Sumbermani, satu satunya sumber air yang ada di sekitar kalimati ini harus ditempuh selama 30 menit pulang pergi dan mohon diperhatikan bahwa sangat tidak disarankan untuk mengambil air di sore hari (diatas jam 5) karena menurut petugas TNGBTS pada jam-jam ini biasanya binatang-binatang liar TNGBTS akan turun untuk mencari air walaupun sebenarnya waktu itu saya mengambil air bersama mbak wiwik lebih dari jam 5 Alhamdulillah tidak terjadi sesuatu. Langit mulai gelap dan kami mulai bertempur dengan dinginnya udara kalimati namun dinginnya kali mati bisa dihangatkan dengan canda tawa teman-teman baru saya dan juga kebersamaan yang baru tercipta dalam waktu yang sangat singkat (Love u Guys) Setelah mengisi perut dengan menu nasi+sayur sop+nugget ayam, saya langsung bergegas tidur karena kami akan mulai mendaki puncak pada dini hari nanti.

savana @Oro-oro ombo

savana @Oro-oro ombo

puncak mahameru @Kalimati

puncak mahameru @Kalimati

pukul 01.00 dini hari kami semua sudah bangun dan siap-siap menuju puncak tertinggi di pulau Jawa. sebelum berangkat kami mulai dengan berkumpul membuat lingkaran, berdoa bersama untuk saling menjaga satu sama lain (saya sangat merasakan kekeluargaan yang tulus walaupun kami baru saja bertemu satu sama lain heu2)

Perjalanan menuju puncak dimulai pada pukul 02.00 dini hari, perjalanna menuju puncak Mahameru sangat berat sehingga harus dipastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit, selain badan yang fit mental yang kuat juga harus dibangun ketika memutuskan menuju puncak mahameru. Tak sedikit para pendaki yang drop akibat mental yang lemah ketika mengarungi pasir Mahameru.

dari kalimati jalanan dimulai memasuki area hutan cemara yang cukup rapat menuju pos Arcopodo, jalanan menuju arcopodo cukup berbahaya karena banyak jurang di sisi kanan-kiri sehingga diperlukan kewaspadaan yang cukup tinggi, lengah sedikit saja bisa berakibat fatal. Setelah kurang lebih satu jam menaiki jalur curam akhirnya sampailah di Arcopodo sebuah daerah yang biasa menjadi titik awal pendakian menuju Puncak. Di daerah ini disinyalir terdapat sebuah Arca kembar yang tidak semua orang bisa melihatnya.

setelah beberapa menit beristirahat di Arcopodo, kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju puncak. Jalur yang kami lalui semakin Ekstrim, jurang-jurang dalam menganga di sisi kiri dan kanan sedikit-sedikit kami mulai menyusuri tanah arcopodo dan sampailah di batas vegetasi tumbuhan, kini jalur yang kami lalu semakin nyata ke-ekstriman-nya karena kami harus melalui gundukan pasir. Saya harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk melalui pasir mahameru ini. Setiap Satu langkah rasanya saya sudah mengeluarkan berpuluh-puluh kalori (bahasnya lebay, tapi aslinya emang gitu) tapi semangat untuk menggapai puncak abadi para dewa tidak menyurutkan langkah saya mengarungi gundukan pasir mahameru. Fajar mulai terlihat di langit-langit diatas kepala saya warna merah merona menandakan sang surya hendak keluar dari peraduannya namun perjalanan saya menuju puncak masih panjang, sayapun terus melaju. Entah sudah berapa jam saya menanjaki pasir Mahameru, tapi tidak ada niat sedikitpun untuk turun dan akhirnya pukul 07.30 saya sudah sampai di Puncak tertinggi di Tanah Jawa. Rasa lelah hilang seketika ketika melihat indahnya panorama puncak Mahameru. Gumpalan awan putih terhampar luas dan Puncak Arjuna Welirang dan Raung tampak jelas terlihat menembus awan-awan putih itu. Dari puncak ini akan terlihat kawah yang disebut Jonggring Saloko dan setiap 15 menit sekali menyemburkan batuan vulkanis dengan didahului asap yang membumbung tinggi. Sungguh indah ketika kawah ini menyemburkan batuan vulkanisnya. Setelah beberapa jam berada dipuncak jam 09.00 kami sudah harus turun karena arah angin yang telah berubah dikhawatirkan membawa gas beracun. tak perlu membutuhkan waktu banyak untuk turun, saya hanya menghabiskan waktu sekitar setengah jam untuk turun dari lereng Mahameru tapi walaupun menurun harus tetap hati-hati karena tidak sedikit pendaki yang mengalami kecelakaan akibat terjatuh atau tergelincir hingga tewas. Sampai di Arcopodo, saya, bang Tyson, Nyeu2, dan Agus menuruni Arcopodo bersama-sama sedangkan Mas Mul mendahului kami karena rasa kantuk yang ia derita dan tim yang dibelakang kami tinggalkan saja. Setelah semua berkumpul di kalimati kmai lalu menyiapkan amunisi perut untuk tenaga perjalanan menuju Ranu Kumbolo.

fajar @lereng mahameru

fajar @Lereng Mahameru

me @the top of mahameru

me @The Top of Mahameru

Setelah mengisi amunisi, sekitar pukul 4 sore kami menuju Ranu Kumbolo untuk bermalam disana. Perjalanan menuju Ranu Kumbolo ditempuh sekitar 2 jam saja lalu kami mulai menggelar tenda dan menyiapkan makan malam. Ranu Kumbolo di malam hari memberikan udara yang sangat dingin sehingga sayapun tak betah berlama-lama di luar (padahal ada sesi curhat looh featuring Mas Mul, bang Tyson, Uji, dan Joko hihihi) sayapun masuk kedalam sleeping bag dan tertidur dengan nyaman🙂

Udara pagi hari di Ranu Kumbolo sangat menusuk tulang, namun keindahan pagi di Ranu Kumbolo yang tiada duanya membuat saya terbangun dari tidur. Sungguh saya sangat menikmati pemandangan pagi di Ranu Kumbolo..DAMN COOL…!!!!

pagi @ranu kumbolo

pagi @Ranu Kumbolo

embun @ranu kumbolo

embun @Ranu Kumbolo

Setelah sarapan dan beres-beres, kami bersiap untuk menuju base awal Ranu Pane. Jam 11 siang kami berangkat dari Ranu Kumbolo, perjalanan pulang kali ini lebih cepat daripada perjalanan berangkat kemarin (ya iyalaahh…)  jam 2 siang kami telah sampai di Ranu Pane dengan Jeep yang telah menunggu kami. Setelah istirahat setengah jam akhirnya kami turun dari Ranu Pane menuju Tumpang. Sepanjang jalan cuaca kurang bersahabat sehingga kabut turun dan terus menghalangi pandangan akan pemandangan-pemandangan indah. Jam 5 kurang kami tiba di Ranu Pane dan istirahat sebentar untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Malang.

Di kota malang, kami sempat mencicipi bakso Presiden yang terkenal di kalangan selebritis dan penikmat kuliner, untunglah ada relawan yang berbaik hati mentraktir kami sehingga perut kami bisa terisi. Setelah selesai mengisi peut, kami melanjutkan perjalanna menuju Surabaya dan pukul 11 malam kami sudah samapai di Kota pahlawan. Saya, Arfan dan Frizda memutuskan untuk bermalam di stasiun Semut karena kereta yang akan kami tumpangi ke Bandung berangkat setengah 6 pagi sedangkan Mas Mul dkk bermalam di tempat kerabat Mas Mul dan melanjutkan perjalanan menuju kota masing-masing pada siang dan sore harinya.

Perjalanan yang luar biasa, menemukan teman-teman baru yang asiik melihat pemandangan-pemandangan mahadahsyat serta menghilangkan kepenatan dari hiruk pikuk rutinitas kampus

the Great Team @ranu kumbolo

the Great Team @Ranu Kumbolo

Terima kasih kepada Allah My Only Greatest God yang memberikan keselamatan dan perlindungan selama perjalanan dan Partner In Crime Arfan, Nyeu-nyeu, Frizda, Mas Mul, Bang Tyson, Uji, Joko, Agus, Mbak Wiwik dan juga Mbak Nina You Are Rock Guys !!!!!!

15 responses to “Perjalanan Menuju Puncak Gn Semeru (3676 mdpl)

  1. Wahh…pasti seru y kak adi? udah pernah coba k semeru lewat lumajang belum? kalau gak tahu tanggal 1 agustus besok Visit Lumajang Team(VLT) mau muncak dalam rangka festival semeru. dan pastinya gak kalah seru. soalnya pemandangan yang akan dilewati bagus2(lewat senduro, lumajang). dan perjalanannya lebih pendek daripada lewat Malang.hihihihi…..salam lestari!!!!

  2. wah..keren bos….!
    kpn ya, bisa naik ke semeru…
    pengen nih.

    tp kalo ada rejeki, pengennya si ke bali dulu..

  3. wah mantap gan…..indahnya ciptaan sang kuasa,,,jadi pengen mendaki hehehe,,,,

  4. wah jadi kepingin ke kumbolo lagi, sekali-kali coba lewat lumajang mas, sepanjang jalan menuju ranupani masuk taman nasional bormo tengger semeru oke bgt lo, bisa ketemu monyet monyet klo beruntung🙂

  5. waahh seneng liat foto-fotonya…
    salam

  6. bulan april ini saya mau ke kerinci, kalo mau ikut (lagi) di tunggu.. dan pastinya sesi curhat tetap ada walaupun yang brangkat tidak banyak orang..😀

  7. Lagi mencoba nabung u/ kesini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s