Mengunjungi Dusun Tradisional Sade

Ada banyak desa-desa tradisional di Lombok, salah satunya adalah Dusun Sade di Desa Rambitan, Lombok Tengah. Tidak sulit menemukan dusun ini karena letaknya yang mudah dijangkau. Terletak di pinggir jalan raya antara Mataram dan Praya, dusun ini juga biasa dijadikan tempat bersinggah bagi wisatawan sebelum atau mungkin sesudah berkunjung ke pantai selatan lombok.

Berangkat dengan menggunakan mobil carteran, saya, Andri, Amri dan Dajon meluncur ke arah selatan lombok. Sebenarnya hanya butuh waktu setengah jam saja untuk mencapai dusun ini namun kami singgah sebentar di Bandara Internasional Lombok (BIL) yang sedang dalam tahap akhir proses pembangunan. Bandara ini lebih luas daripada Bandara Selaparang dengan desain yang minimalis dan futuristik (seperti Bandara Hassanudin di Maksasar). Rencananya jika pembangunan bandara internasional ini tidak mengalami kendala sekitar bulan oktober bandara ini siap beroperasi dan beberapa maskapai internasional siap merapat disini guna menumbuhkan pariwisata Pulau Lombok. Dari BIL kami meluncur ke selatan dan tidak sampai 20 menit akhirnya kami tiba di dusun Sade ini. tidak ada tarif resmi untuk memasuki kawasan dusun ini, namun di depan pintu masuk tamu diwajibkan mengisi daftar kunjungan dan juga “infak” seadanya yang nantinya digunakan untuk masyarakat Sade sendiri.

BIL Under Construction

BIL Under Construction

Welcome to Sade

Welcome to Sade

Dusun ini dihuni oleh Suku Sasak, suku asli Pulau Lombok. Mata pencaharian mereka adalah bertani dan wanita di dusun ini rata-rata pandai menenun. Dengan menggunakan alat tenun tradisional, mereka membuat kerajinan tenun yang nantinya di jual kepada para wisatawan yang datang ke desa ini.

Memintal Benang untuk Menenun

Memintal Benang untuk Menenun

Rumah-rumah yang ada disini juga sangat sederhana terbuat dari kayu, bambu dan beratapkan daun alang-alang kering. Yang unik dari rumah tradisional ini adalah lantainya yang secara berkala diolesi dengan kotoran lembu tujuannya  agar terbebas dari serangan nyamuk yang mengganggu dan selain itu dipercayai juga agar terbentengi dari gangguan-gangguan yang bersifat magis.  Ada pertanyaan dari teman saya mengenai bau kotoran lembu ini dan kemudian dijawab oleh guide kami bahwa pada saat masih basah memang menimbulkan bau yang cukup menyengat namun bau itu perlahan lahan lenyap seiring mengeringnya kotoran lembu itu.

Rumah Tinggal Masyarakat Sade

Rumah Tinggal Masyarakat Sade

Lumbung Padi (Bumi Gora) Khas Suku Sasak

Lumbung Padi (Bumi Gora) Khas Suku Sasak

 

Tangga Menuju Ruangan Dalam

Tangga Menuju Ruangan Dalam

Rumah tradisional ini hanya memiliki 2 ruangan saja yaitu bagian depan dan bagian dalam. bagian depan ini diperuntukkan bagi laki-laki dan ibu. sedangkan bagian dalam diperuntukkan bagi wanita yang masih lajang. Ruangan dalam ini memiliki letak yang lebih tinggi dibandingkan dengan ruangan depan.

Kain Tenun Karya Wanita Sade

Kain Tenun Karya Wanita Sade

Buah tangan Khas Masyarakat Sasak

Buah tangan Khas Masyarakat Sasak

Sebelum meninggalkan dusun ini, ada baiknya membeli buah tangan hasil kerajinan masyarakat Dusun Sade seperti kain tenun, ukiran kayu ataupun sekedar gantungan kunci. Selain membawakan buah tangan untuk kerabat membeli cenderamata penduduk lokal juga menjadi salah satu cara kita untuk ikut meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.

3 responses to “Mengunjungi Dusun Tradisional Sade

  1. iya tuhan,, sungguh bangganya saya dengan apa yang telah engkau berikan kepada semua hambanya.
    sehingga hambamu menciptakan hasil karya yang sangat indah.

  2. Ping-balik: [7Wonders] : Desa Sade Rambitan Lombok, Desa Serba Unik yang Mempesona | Metamorfosis Kupu - Kupu

  3. Ping-balik: Koleksi kain nusantara | Is This a Real Life?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s