Menjajal Transportasi Air di Bangkok

Ketika kemacetan di Jakarta terkadang bikin saya frustasi, bersyukurlah karena saya gak tinggal di Bangkok. Macet emang gak cuma bikin waktu terbuang tapi juga bikin naik pitam. I thought Jakarta’s traffic is bad, Bangkok is even worse hahaha. Tapi walaupun begitu moda transportasi disana cukup lengkap dari mulai bus, MRT, BTS sampai dengan water taxi sehingga kita bisa menentukan moda apa yang bisa jadi alternatif tercepat untuk sampai tujuan. Oke, kali ini saya mau cerita tentang water taxi atau transportasi air yang biasa digunakan masyarakat Bangkok untuk menunjang aktivitas mereka sehari-hari.

1. Chao Phraya Express

Chao Phraya Express ini merupakan kapal-kapal penumpang yang digunakan sebagai alat transportasi dari satu tempat ke temat lain di sepanjang aliran sungai Chao Phraya  dari utara ke selatan ataupun sebaliknya. Tarif yang dikenakan berkisar 10-30 Bath tergantung jarak tujuan dan waktu sibuk warga lokal, tidak ada patokan seperti BTS atau MRT. Chao Phraya Express ini memiliki identitas sesuai dengan warna bendera-nya, warna bendera ini menunjukan rute dan juga dermaga yang dilewati, jadi bagi kalian yang ingin menggunakan moda transportasi ini bisa lihat tabel rute yang ada di tiap dermaga. Berikut jenis-jenis chao phraya express berdasarkan warna benderanya :

  • Biru : Kapal ini digunakan sebagai kapal khusus turis (chaophraya tourist boat) dan hanya berhenti di 8 dermaga yang dekat dengan tujuan populer para wisatawan yaitu : Sathorn (Central Pier yang tekoneksi dengan Stasiun BTS) – Oriental Pier – Si Phraya River (Dinner Cruise) – Ratchawong Pier (Chinatown) – Tha Tien Pier (Wat Arun & Wat Pho) – Maharaj Pier (Grand Palace, Wat Phra Kaew) – Wag Lang Pier (Royal Barges Museum) – Phra Arthit (Khao San Rd, National Art Gallery). Tarif untuk kapal berbendera biru ini adalah 40 Bath untuk sekali jalan namun jika ingin lebih hemat kita bisa membeli paket turis seharga 150 Bath yang dapat digunakan berkali-kali di 8 dermaga ini. Karena khusus wisatawan, kapal ini menyediakan guide berbahasa inggris selain itu juga tempat duduknya nyaman dan yang pasti gak berdesak-desakan seperti kapal reguler hehehehe. Jadi kalo tujuan kalian memang hanya untuk mengunjungi icon-icon Bangkok tersebut gunakanlah tourist boat ini.
  • Orange : Kapal ini menyusuri sungai chao phraya dengan rute Nonthaburi – Wat Rajsinkorn PP, tarif sekali jalan untuk kapal berbedera orange ini sebesar 15 Bath
  • Kuning : Kapal ini menyusuri sungai chao phraya dengan rute Nonthaburi – Rajburana PP, tarif sekali jalan untuk kapal berbedera orange ini sebesar 20-30 Bath. Kapal ini memiliki dermaga pemberhentian yang lebih sedikit daripada kapal berbendera orange sehingga tarifnya pun sedikit lebih mahal
  • Hijau : Kapal ini menyusuri sungai chao phraya dengan rute Pakkret – Sathorn PP, tarif sekali jalan untuk kapal berbedera orange ini sebesar 15-32 Bath.
  • No Flag : Kapal ini menyusuri sungai chao phraya dengan rute Nonthaburi – Wat Rajsinkorn PP dan berhenti di setiap dermaga. Tarif untuk jenis kapal ini dibawah 15 bath lebih murah daripada kapal berbendera orange mengingat waktu tempuh yang lebih lama karena harus berhenti di setiap dermaga.
chaophrayaroute

Image source by chaoprayaexpressboat.com

2. Khlong Saen Saep

Berbeda dengan Chao Phraya Express yang menyusuri sungai besar, moda ini membelah sungai (khlong) Saen Saep yang lebih kecil namun cukup vital karena bisa jadi sarana transportasi yang cukup efektif untuk membelah kota Bangkok dari Bang Kapi sampai dengan Panfa Leelard. Ada 2 jalur yang dilayani moda transportasi ini dengan dermaga transit berada di Pratunam, jadi misalkan dari Chitlom mau ke MBK pertama pake Jalur Timur (NIDA Line) sampai dengan Pratunam setelah itu ganti perahu Jalur Barat (Golden Mount Line) sampai dermaga Hua Chang.

  • Jalur Barat (Golden Mount Line) : Jalur ini melayani rute Pratunam – Panfa Leerald (Wat Saket) dengan total ada 8 dermaga yang dilewati. Pratunam (Platinum Mall, Pratunam Market) – Hua Chang (National Gallery, MBK Mall) – Ban Krua Nua (National Stadium, Petchaburi Rd) – Charoen PhonBobe MarketPanfa Leerald (Wat Saket)
  • Jalur Timur (NIDA Line) : Jalur ini lebih panjang menyusuri 23 dermaga dengan rute Pratunam ke timur sampai  Wat Sriboonreung. PratunamChitlomWitthayuNana NueaNana ChardAsokePrasan MitItalThaiWat Mai Chong LomBaan Don MosqueThong Lo Chan IssaraViji SchoolKhlong TanRam 1Mall RamkhaengRamkhaeng 29Wat ThepleelaRamkhaeng UniversitySapan MitThe Mall of BangkapiBang KapiWat Sriboonreung

Tarif sekali jalan Khlong Saen Seap express ini berbeda-beda tergantung jaraknya dan di sepanjang jalan kernet akan berkeliling kapal untuk menarik uang dari penumpang. Bayarlah dengan uang pas sesuai dengan tujuan karena kadang si kernet gak terlalu ngeh kita mau kemana apalagi klo kita bukan orang lokal walaupun kita udah bilang dermaga tujuannya. Sama halnya dengan Chao phraya express, Khlong Saen Saep ini juga jadi moda favorite warga Bangkok untuk menghindari macet, jadi kalo niatnya untuk susur sungai doank mah sebaiknya jangan dilakukan saat rush hour.

IMG_8629.JPG

3. Ferry Boat

Kalo yang ini sih biasanya hanya digunakan sebagai sarana penyebrangan antar kawasan yang dipisahkan sungai Chao Phraya. Moda ini efektif untuk meringkas waktu tempuh antar tempat yang terpisah oleh sungai terbesar di Thailand ini. Misalnya saja waktu saya ke Bang Krachao dari Bang Na Pier gak sampe 5 menit sudah sampai beda halnya jika saya menggunakan mobil bisa lebih dari setengah jam karena akses darat yang cukup jauh. Tarif sekali jalan cukup murah yaitu hanya 4-5 bath.

Mungkin bukan hal asing bagi orang Indonesia dengan moda ini terutama untuk daerah-daerah yang memiliki sungai besar seperti di Palembang, Banjarmasin, Samarinda, dll namun bisa dibilang ini pengalaman pertama buat saya mencoba transportasi air yang ada di kota metropolitan. Ahh.. jadi inget rasanya dulu di Jakarta juga pernah ada semacam water taxi ini tapi belum sempat terekspose kemudian hilang begitu saja. Pemanfaatan sungai sebagai jalur transportasi di kota besar ini menurut saya sebenarnya sangat bagus karena bisa memecah konsentrasi moda angkutan di jalan dan juga masyarakat bisa memiliki alternatif angkutan cepat lainnya yang mungkin tidak terfasilitasi oleh BTS atau MRT.

Jadi, kapan nih Jakarta punya water taxi lagi ?? #Kode 😉

 

Iklan

Menghubungkan Kode Booking ke Akun AirAsia

Pernah gak sih beli tiket Air Asia via online agency seperti Traveloka, PegiPegi, Tikecom dll terus lupa nambahin bagasi atau bingung pengen pesen preorder meal tapi gak ada pilihannya?

Samaa, saya juga pernah !! hahahaha… Booking penerbangan Air Asia via online agency  bisa jadi dapet harga lebih murah daripada di website resmi atau apps-nya. Tapi memang menu tambahan lain seperti pembelian makanan, kursi pilihan atau comfort kit tidak tersedia pada layanan online agency tersebut atau ternyata butuh upgrade size bagasi. Jadi gimana donk kl udah kadung beli tiket AA via online booking lain dan perlu membeli menu tambahan?

Gak perlu khawatir….. ternyata selain menghubungi call center AA, kita juga bisa melakukan peembelin menu tambahan dengan melakukan sinkronisasi ke akun air asia.

Berikut cara melakukan sinkronisasi untuk melakukan pembelian menu tambahan pada maskapai Air Asia :

1. Masuk terlebih dahulu ke situs Air Asia, jika belum mempunyai log in ID ya buat dulu lah yah..

1

2. Masuk ke menu pembelian saya, lalu cari menu cari pembelian lain

2

3. Klik menu cari pembelian lain, setelah itu isi kolom kosong dibawah dengan menggunakan kode booking yang kita dapet dari online agency

3

4. Setelah itu akan masuk ke menu konfirmasi, silahkan klik tombol update detail sampai dengan muncul field untuk diisi

4

5. Isi mandatory field (tanda * merah) dengan nomor telpon dan email agar informasi tentang penerbangan (reschedule, cancel dll)

6

6. Setelah terupdate, check ke menu pembelian saya apakakah kode booking kita sudah terkoneksi di sistem Air Asia. Jika sudah muncul info pembelian tinggal klik menu modify untuk melanjutkan transaksi yang diinginkan.

71.png

8

Mudah bukan? dan sinkronisasi ke akun air asia ini juga bebas biaya sehingga lebih ekonomis dibandingkan harus menelpon call center #OgahRugi. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat yah… 😀

Menikmati Segelas Es Kopi Tak Kie

Hari gini siapa sih yang gak suka ngopi?

Saat ini, ngopi udah menjadi lifestyle di kalangan masyarakat Indonesia errr…maksud saya ngopi sambil nongkrong. Ngopi seperti-nya sudah jadi “kebutuhan” kaum urban terbukti dari menjamur-nya kedai-kedai kopi dari yang hanya menyajikan proses sederhana sampai dengan proses yang menggunakan metode-metode brewing  yang kompleks.

IMG_20170722_120205_HDR

“Ruang Barista”

Kali ini saya mau nulis tentang kedai kopi  sederhana yang cukup legendaris di Jakarta. Yup, Es Kopi Tak Kie !! Kedai kopi yang berada di daerah Pecinan Glodok tepatnya di Gang Gloria ini memang tidak hilang ditelan waktu. Ditengah kemunculan kedai-kedai kopi modern saat ini, kedai Es Kopi Tak Kie tetap dicintai para pelanggannya.

Memasuki gang gloria, kita akan disambut lapak-lapak yang menjual (kebanyakan) makanan non halal, jadi buat kita muslim mesti hati-hati sih kalo emang mau pesen makanan (kl ragu-ragu mending gak usah pesen makanan, cukup ngopi aja heheheh). Kedai Tak Kie ini buka dari jam 6 pagi sampai jam 2 siang tapi buat yang ingin mencicipi es kopi sebaiknya datang agak pagian karena pengalaman saya kesana jam 11 siang hampir kehabisan es kopi yang legendaris ini.

Nuansa peranakan klasik langsung terasa saat kita masuk ke tempat ini, konon bangunan yang sudah berdiri sejak tahun 1927 ini tidak banyak mengalami perubahan. Saat ini kedai Es Kopi Tak Kie dikelola oleh Koh Ayauw yang merupakan generasi ketiga.

Saat ngopi di sini, jangan sekali kali minta password wifi yah karena memang gak menyediakan wifi. Kedai ini tetap mempertahankan nuasa lawas-nya dimana kedai kopi menjadi tempat berinteraksi untuk para pengunjungnya dan menurut saya it works. Gak ada diantara pengunjung yang asyik sendiri dengan gadget-nya, dan inilah yang menjadikan suana hangat.

Proses pembuatan kopi disini cukup sederhana, tidak perlu metode yang macem-macem untuk mebuat cita rasa kopi disini menjadi nikmat, kopi cukup diseduh dengan air panas dan didiamkan beberapa saat untuk mencapai kematangan yang pas lalu ditambahkan gula/susu sebelum disajikan.

Saya cuma penikmat kopi biasa aja, jadi secara taste gak bisa ngasih review yang dalem. Tapi menurut saya kopinya enak, wangi dan manisnya pas. Awalnya mau pesen 2 jenis kopi yaitu Es Kopi Item dan Es Kopi Susu tapi karena saya dateng kesini kesiangan (padahal masih jam 11an hiks T.T) akhirnya saya pesen Es Kopi Susu yang cuman tinggal sisa segelas terakhir. Untuk satu gelas Es Kopi Susu dibanderol dengan harga Rp. 17.000,- cukup terjangkau untuk segelas es kopi susu yang tidak hanya memberikan cita rasa kopi namun juga memberikan pengalaman kepada penikmatnya untuk flashback ke masa lampau.

Nasib Ketinggalan Pesawat

Apa hal yang akan dilakukan jika kita terlambat check in dan tidak diperkenankan boarding?

  1. Masang muka melas berharap petugas counter check in mau berbaik hati nolongin supaya tetep bisa boarding
  2. Marah-marah dengan tameng slogan “Pelanggan adalah Raja, Raja mah bebas mau ngapain aja” ke petugas counter check in a la a la bapak/ibu pejabat
  3. Update status seolah-olah kita adalah penumpang yang teraniaya dengan kalimat hiperbola demi mendapat banyak likes atau komen
  4. Ngibrit ke ATM, liat saldo tabungan …… klo masih cukup  beli tiket baru, klo enggak yaudah balik lagi ke rumah

Ketinggalan pesawat emang bikin nyesek dan lebih nyesek kalo ternyata pesawatnya masih ground dan bahkan penumpangnya masih ada di boarding room. Pengalaman saya ketinggalan pesawat di akhir 2015 lalu waktu mau tugas ke Manado bikin saya makin well prepared klo bepergian dengan pesawat telepon udara.

Sebenernya kenapa sih counter check in itu umumnya ditutup 30 menit sebelum pesawat tinggal landas?

Pesawat itu kan bukan kayak metromini yang bisa bebas naik-turunin penumpang dimana aja, jalan-berhenti kapan aja dan masukin penumpang sebanyak banyaknya. Banyak aspek yang harus diperhatikan dalam dunia penerbangan dan seluruh aspeknya bersifat saklek. Sebelum terbang maskapai penerbangan harus memiliki data manifest penumpang, hal ini akan jadi acuan untuk perhitungan keseimbangan pesawat atau klo istilah bahasa aviasi-nya Loadsheet. Yap, pesawat harus dalam keadaan seimbang terutama saat critical point (take off dan landing). Kondisi yang tidak seimbang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan karena bisa jadi pesawat oleng. Waktu 30 menit ini umumnya digunakan oleh ailines untuk melakukan perhitungan penumpang, loading barang, merapihkan kursi/sampah dari penerbangan sebelumnya.

Jadi klo dateng mepet-mepet ke bandara dan menemukan kenyataan kl counter check in udah tutup, yaa terima nasib aja memang peraturannya seperti itu dan saklek. Justru klo si petugas counter check in berani masukin orang setelah check in system closed si petugas ini bisa kena sanksi karena merupakan pelanggaran dan bisa dituntut secara hukum karena diangap menyelendupkan orang secara gak terdaftar di manifest penumpang.

Jadi gimana donk biar gak gak telat check in? Simple lah…ya jangan telat dateng ke bandara!!! #gituajakokrepot. Usahakan tiba di bandara sejam sebelum keberangkatan atau klo pergi tanpa gembolan yang harus masuk bagasi mendingan check in secara online aja, jadi klopun datang mepet secara system kita sudah terhitung di manifest penerbangan jadi dateng ke counter check in tinggal print boarding pass aja atau beberapa maskapai sekarang udah bisa pake e-boarding pass jadi lebih simple lagi……yekaaan??

Ingat, beli tiket baru pake duit sendiri itu perih jendral !!!!! #curhatdongmah

Solo Travelling

Makin nambah umur emang jadi butuh nambah banyak me time, termasuk dalam hal jalan-jalan. Iya, 5-7 tahun ke belakang gak asik kalo jalan-jalan cuman sendirian daripada bayar ini itu jadi mahal mending patungan rame-rame selain jadi lebih hemat juga nambah lingkaran pertemanan dan ………….perjodohan #ngilang

Jadi sekarang dememnya sendirian nih? oh gitu? jadi gak mau ajak-ajak nih kl jalan? yawdah kita putus……bhay!!.Hahhahaaha kebanyakan bergaul sama orang-orang drama nih jadinya begini.

Entahlah mungkin ada yang merasa hal yang sama dengan apa yang saya rasakan, ketika umur semakin bertambah euphoria untuk jalan bareng keroyokan sekampung itu udah gak se-excited dulu, kalopun sekarang mau share cost biasanya saya jalan gak lebih dari 5 orang. Mungkin kalo dulu yang dicari itu murah dan irit-nya perjalanan klo sekarang sih lebih ke makna perjalanan itu sendiri #tsaah #sadaap

Menjadi solo traveller itu enak gak enak sih, enaknya ya bisa bebas nentuin jadwal kesana kemari, bebas mau makan apa dan dimana, bebas mau pulang dan pergi kapan aja gak harus dealing dengan urusan-urusan orang lain intinya you are responsible for your ownself. Tapi disamping itu ya sisi gak enaknya udah pasti budget yang dikeluarkan jadi lebih besar dan somehow gak punya teman untuk berdiskusi atau cuman sekedar ngobrol selama perjalanan (ya, klo ini sih sebenernya bisa aja SKSD sama orang lain hahahha)

Apa sih sebenernya esensi dari solo travelling yang bisa didapet? Setiap orang mungkin punya pengalaman yang beda-beda jadi hal yang didapet juga pasti beda sama kayak istilah “Gak semua yang elo mau ada di Tokopedia” #naon #teunyambung.

Berikut saya share beberapa hal positif yang saya dapet saat melakukan solo travelling :

  1. Manajemen diri, karena jalan sendirian otomatis bebas mau kemana aja bahkan kayaknya pengen semua tempat didatengin, tapi balik lagi untuk part-time traveller kek saya yang mana harus menyesuaikan dengan waktu kerja *maklum kuli pasca bayar* saya mau gak mau tetap harus bikin prioritas dengan mempertimbangkan efektivitas dan efisiesi-nya
  2. Recharge energy, gak tau sih yah klo saya waktu terbaik untuk isi ulang energi ya pada saat me time. Sempet ikut share trip boro-boro isi ulang energi yang ada malah makan ati karena penuh dengan drama belum lagi duit yang dipinjem belom dibalik-balikin fiuuuhh …. Tapi klo masalah me time ini sih yah gak harus pas travelling aja, kadang menikmati waktu sendiri di rumah juga udah bisa isi ulang energi #pakethemat 😛
  3. Gettin’ up confidence level, jadi inget ini pas solo travelling ke luar negeri untuk pertama kali-nya (Ya ke Singapore doank sih) dengan sangat pede ngomong pake bahasa inggris walopun tetep menyisipkan bahasa tarzan dan bahasa tubuh, intinya berhasil untuk tidak ngomong pake bahasa melayu hahahaha
  4. Belajar, masih inget waktu bingung pertama kali beli tiket MRT pake vending machine akhirnya nanya sama orang wkwkwkwk *padahal kan udah ada petunjuknya ye* lalu belajar nahan untuk gak buang sampah atau nyebats sembarangan, secara di sini mah buang sampah atau nyebats dimana aja gak bakal didenda sampe juataan yekaan palingan juga pait-pait nya diomelin doank sama orang itupun kl ada yang ngeh sih hahahaha
  5. Engage with local, pernah diajak makan di kondangan orang yang mana saya aja gak kenal waktu di Makassar. Awalnya cuma kenalan pas ngopi eh ujung-ujung nya diajak kondangan sambil liat prosesi adat pernikahan orang Bugis. Ya orang local mau ngajak juga liat-liat sih yah kl ngajaknya serombongan tekor juga sangu-nya hahahaha

Hal-hal yang saya share diatas balik lagi sama pengalaman masing-masing orang yang beda-beda gak bisa disamain dan yang pasti saat solo travelling kita jadi supir untuk kendaraan kita sendiri, baik dan buruknya tergantung bagaimana cara kita mengemudikan-nya *eh ini mau travelling apa mau nge-Uber bang??*

Apa Kabar Dunia? Tetep Asiiikk

Serius.. agak kagok sih berkecimpung di dunia per-blog-an lagi, jangankan menulis membaca saja aku sulit #tears. Jadi ceritanya mau mulai lagi “ngacapruk” melalui platform blogging ini, yah..itung-itung menyimpan memori karena otak saya udah mulai menunjukan tanda-tanda penuaan *headshoot*.

Mau cerita aja apa yang udah saya lalui selama 6 tahun terakhir karena tulisan saya di tahun 2011 adalah tulisan pada saat saya masih menjabat sebagai Pengacara (baca : pengangguran banyak acara).

Selepas lulus dari kampus gajah dan menjadi beban negara selam 6 bulan, saya akhirnya  diterima kerja di salah satu Bank swasta terbesar di Indonesia tapi karena hal prinsipil saya gak lama kerja disana. Berikutnya saya hijrah ke ibukota dan meniti karir sebagai Auditor *Terus percuma yah aing belajar Termodinamika 4 sks hahahahah*. Kerja sebagai Auditor ngasih saya kesempatan buat menclak-menclok dari satu kota ke kota lain, ya emang pada dasarnya seneng jalan jadi kalo dikasih kesempatan perjalanan dinas luar kota langsung happy *anak-nya lemah kl soal jalan-jalan*. Tapi gak cuma kesempatan travelling berkedok kerja aja sih, banyak hal pokoknya yang bisa saya dapat selama saya menjalani profesi sebagai Auditor dan profesi ini masih saya jalani sampai dengan detik saya menulis tulisan ini *ngeblog dikantor donk hahhaha*. Berminat kerja di bidang lain? Selama ada kesempatan dan bisa belajar lebih banyak untuk mengembangkan potensi saya, kenapa gak? #yekan

 

Tranformasi dari kiri ke kanan, dari zaman kurus sampe membengkak -,-“

Eh…anak dah berapa? istri masih 1 kan? Hmm…sebenernya males sih bahas drama percintaan ini tapi ya namanya juga hidup gak bisa lepas dari drama percintaan. Hahahaha… I’m still single and available.

Kok belon kawin? Kok betah membujang? dan pertanyaan-pertanyaan gengges lainnya……(105623x)

Gini yah, banyak-banyakin ngaji, baca buku, baca koran dan kegiatan bermanfaa lainnya daripada baca akun lambe turah, makrumpi dan akun-akun kepo lainnya biar hidupnya gak kepo sama privacy orang hahahhahaha. Saya percaya sama ketentuan Yang Maha Kuasa, kl udah ada mah tinggal disosor yekaaaan !!

Fokus saya saat ini mah bersyukur dengan apa yang udah saya dapat dan terus memperbaiki diri biar jadi orang yang lebih baik dan yang terpenting bisa terus ngasih positive vibes sama orang-orang disekitar. Cukup lambe turah aja yang nyinyir kita mah jangan hahahha

By The Way, udah waktunya pulang kantor…. saya gak tau lah tulisan ini ada faedah-nya atau enggak yang penting mulai membiasakan lagi nulis di blog karena klo buat saya mah nulis di blog itu feel-nya beda sama nulis report audit #yaiyalah

Karena Kami adalah Pengejar Sunset

Beberapa hari di Pulau Lombok tak lengkap rasanya jika tidak menghabiskan waktu untuk menunggu matahari tenggelam. Adalah tidak berlebihan jika banyak orang yang bilang bahwa sunset Pulau Lombok ini merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Kamipun tidak ingin ketinggalan untuk memburu sunset di beberapa spot yang ada di kawasan Senggigi.

Hari pertama kami mencoba memburu sunset di Pantai Krandangan, 10 Km ke arah Utara dari pantai Senggigi. Pantai ini relatif sepi sehingga kami leluasa untuk bermain-main di pantai ini. Sayang sore itu cuaca di sekitar pantai ini berawan dan sedikit mendung sehingga lembayung senja yang berpendar terhalang oleh awan yang cukup tebal.

Perburuan sunset hari kedua kami lakukan di Pelabuhan Ampenan, tidak jauh dari kota Mataram. Pelabuhan Ampenan ini setiap sorenya selalu dipenuhi warga kota yang ingin menikmati pergantian siang di sini. Warga kota menikmati tenggelamnya matahari disini dengan berbagai aktivitas seperti berenang, main bola, menyantap kuliner khas ataupun hanya sekedar bercengkrama dengan kerabat. Namun yang membuat kami takjub sunset disini benar-benar indah, walaupun tempat ini cukup ramai tapi tidak membuat keindahan sunset disini luntur.

Di hari terakhir kami di Lombok, perburuan sunset kami lakukan di Bukit Nipah atau lebih populer dengan sebutan Bukit Malimbu 2. Bukit ini terletak di jalan raya Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Jika sering nonton FTV SCTV dengan setting Lombok pasti tidak asing dengan kawasan ini. View pantainya yang indah membuat siapapun akan betah berlama-lama di tempat ini termasuk saya :D. Cuaca yang cerah membuat sunset di tempat ini menjadi penutup petualangan lombok kami yang sangat mengesankan.

Tidak salah memang jika banyak orang yang terkagum-kagum akan keindahan sunset di Lombok. Dan saya salah satu manusia yang terhipnotis akankeindahan sunset di Lombok ini.. Subhanllah