Tag Archives: sunset

Karena Kami adalah Pengejar Sunset

Beberapa hari di Pulau Lombok tak lengkap rasanya jika tidak menghabiskan waktu untuk menunggu matahari tenggelam. Adalah tidak berlebihan jika banyak orang yang bilang bahwa sunset Pulau Lombok ini merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Kamipun tidak ingin ketinggalan untuk memburu sunset di beberapa spot yang ada di kawasan Senggigi.

Hari pertama kami mencoba memburu sunset di Pantai Krandangan, 10 Km ke arah Utara dari pantai Senggigi. Pantai ini relatif sepi sehingga kami leluasa untuk bermain-main di pantai ini. Sayang sore itu cuaca di sekitar pantai ini berawan dan sedikit mendung sehingga lembayung senja yang berpendar terhalang oleh awan yang cukup tebal.

Sunset at Krandangan

Sunset at Krandangan

Berawan

Berawan

Sunset yang Kurang Greget

Sunset yang Kurang Greget

Perburuan sunset hari kedua kami lakukan di Pelabuhan Ampenan, tidak jauh dari kota Mataram. Pelabuhan Ampenan ini setiap sorenya selalu dipenuhi warga kota yang ingin menikmati pergantian siang di sini. Warga kota menikmati tenggelamnya matahari disini dengan berbagai aktivitas seperti berenang, main bola, menyantap kuliner khas ataupun hanya sekedar bercengkrama dengan kerabat. Namun yang membuat kami takjub sunset disini benar-benar indah, walaupun tempat ini cukup ramai tapi tidak membuat keindahan sunset disini luntur.

Sunset Ampenan

Sunset Ampenan

Ditelan Gunung Agung Bali

Ditelan Gunung Agung Bali

Sampai Jumpa Esok Hari

Sampai Jumpa Esok Hari

Di hari terakhir kami di Lombok, perburuan sunset kami lakukan di Bukit Nipah atau lebih populer dengan sebutan Bukit Malimbu 2. Bukit ini terletak di jalan raya Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Jika sering nonton FTV SCTV dengan setting Lombok pasti tidak asing dengan kawasan ini. View pantainya yang indah membuat siapapun akan betah berlama-lama di tempat ini termasuk saya :D. Cuaca yang cerah membuat sunset di tempat ini menjadi penutup petualangan lombok kami yang sangat mengesankan.

Cuaca Cerah di Bukit Nipah

Cuaca Cerah di Bukit Nipah

Sunset Bukit Nipah

Sunset Bukit Nipah

Beautiful Sky

Beautiful Sky

Bautiful Sunset

Bautiful Sunset

See You Next Time

See You Next Time

Siluet Gunung Agung Ba

Siluet Gunung Agung Bali

Tidak salah memang jika banyak orang yang terkagum-kagum akan keindahan sunset di Lombok. Dan saya salah satu manusia yang terhipnotis akankeindahan sunset di Lombok ini.. Subhanllah

Menjelajahi Pulau Tidung bersama Bandar Pulau Tidung

 

Berenang bersama di areal Jembatan Cinta

Berenang bersama di areal Jembatan Cinta

Alhamdulillah, menulis ternyata bukan sekedar menyalurkan hobi namun dapat juga menjadi pintu rezeki. Setelah beberapa bulan lalu saya berhasil menjadi finalis ACIdetik.com dan juga menjadi contributing writter untuk sebuah web wisata, kali ini saya mendapat kesempatan mejelajahi Pulau Tidung tentunya dengan cuma-cuma. Adalah Bandar Pulau Tidung, sebuah operator wisata di Pulau Tidung yang memberikan kami (saya dan 3 orang blogger lainnya ; Ale, Peggi, Amri ) pelayanan maksimal selama berada di Pulau Tidung ini.

Kami berempat akhirnya sepakat bertemu di Muara Angke, namun ternyata dalam rombongan kami bertambah 3 orang yang meramaikan perjalanan kami diantaranya Inez teman Ale juga Hendro dan Yani pasangan suami-istri anggota Komunitas Pejalan Odong-Odong Traveller. Pukul 07.00 WIB kapal yang mengangkut kami mulai meninggalkan Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung. Perjalanan yang memakan waktu 3 jam ini kami habiskan dengan bercerita, bermain sambung kata dan tidur tentunya 🙂

Pukul 10.00 WIB kami tiba di Pelabuhan Pulau Tidung dan kami langsung disambut Mas Anwar, salah satu staff Bandar Pulau Tidung dan langsung mengantarkan kami menuju penginapan. Sesampainya di penginapan, kami disambut dengan welcome drink kelapa muda yang menyegarkan. Setelah itu kami diberikan waktu bebas sampai dengan solat jumat, Sayapun menggunakan free time ini untuk berkeliling area penginapan dengan menggunakan sepeda yang telah disediakan.

Setelah selesai solat jumat, kami lalu diajak untuk bersnorkeling di pulau payung dan karang beras. Kami diberikan peralatan snorkeling dengan lengkap mulai dari life vest, google snorkel, pipa udara dan finn (kaki katak) sehingga kegiatan snorkeling kami pun terasa aman dan nyaman. Alam bawah laut pulau ini cukup memajakan mata, terumbu karang yang indah menjadi pemandangan  yang cukup menyegarkan. Pulau Tidung ini sekarang sudah cukup dikenal oleh warga Jakarta khususnya dan menjadi alternatif destinasi liburan akhir pekan selain Puncak dan Bandung.

 

Snorkeling di Pulau Karang Beras

Snorkeling di Pulau Karang Beras

Berjam-jam waktu kami habiskan bersnorkeling kamipun merapat di jembatan cinta (landmark khas Tidung) untuk menikmati panorama Sunset, namun Amri, -yang notabene pernah kesini- menyarakan kami untuk menikmati sunset di pantai paling barat Pulau Tidung, kamipun segera bergegas  menggunakan sepeda untuk mengejar kembalinya Sang Raja Siang ke peraduannya. Benar saja, pemandangan sunset di temapt ini sangat mengagumkan, apalagi saat itu cuaca memang sedang bersahabat. Pemandangan ini tentu saja tidak kami sia-siakan untuk diabadikan dalam lensa kamera.

 

Menunggu sunset di Pantai Tidung Barat

Menunggu sunset di Pantai Tidung Barat

Jump on sunset background

Jump on sunset background

Perfect sunset

Perfect sunset

Setelah matahari tenggelam, kami bergegas menuju penginapan untuk membersihkan diri setelah beharian bermandikan peluh dan air laut. Tak lama kemudian kami dipersilahkan untuk menikmati barbeque ikan di pantai sebelah timur Pulau Tidung, kamipun bergegas menuju tempat “pesta” dan kami disambut dengan kehangatan masyarakat Pulau Tidung. Ah, liburan yang menyenangkan !!!

Setelah menyantap ikan bakar dan juga bersenda gurau, kami segera kembali ke penginapan dan beristirahat memulihkan kondisi tubuh.

Keesokan harinya setelah subuh, kami langsung menuju jembatan cinta untuk menikmati sunrise namun sayang cuaca pagi itu kurang bersahabat sehingga terbitnya matahari dihalangi oleh awan yang cukup tebal. Akhirnya kamipun harus puas dengan pemandangan yang seadanya namun itu semua tidak mengurangi kesenangan kami untuk menjelajah pulau ini. Dari Jembatan Cinta kami menuju Pulau Tidung Kecil dan mengeksplore pulau berpasir putih ini.  Pulau ini sebenarnya sangat cantik namun sayang banyak sampah bawaan dari Ibukota yang mengotori pantai cantik ini.Setelah puas mengeksplore dan mengambil gambar di Pulau Tidung Kecil ini, kami segera bergegas kembali ke Jembatan Cinta dan menunggu waktu kepulangan kami dengan berenang di areal pantai yang airnya jernih ini.

 

Laskar Tidung

Laskar Tidung

Odong-Odong Travellers @ Tidung Kecil

Odong-Odong Travellers @ Tidung Kecil

My Fave Pose, Jump @ Tidung Kecil

My Fave Pose, Jump @ Tidung Kecil

Pukul 11.00 siang kami bergegas menuju pelabuhan untuk kembali ke Jakarta. Liburan yang menyenangkan dan mengesakna bersama Bandar Pulau Tidung. Terimakasih kepada Bandar Pulau Tidung yang telah memfasilitasi segala keperluan kami selama berada di Pulau Tidung

 

Last photo before leaving Tidung

Last photo before leaving Tidung

 

** CP Bandar Pulau Tidung (Rommy 0857 1616 9794)

 

sunset di bukit Moko

minggu 06 September 2009 saya dan  seorang temen, Agung pergi ke bukit Moko suatu bukit yang berada di wilayah utara Kota Bandung..kebetulan hari itu langit Bandung lagi cerah..sekalian ngabuburit kita janjian di masjid salman dan langsung berangkat jam 4 sore…pake Jupiter ijo nya agung kita langsung melesat menuju daerah Padasuka …sebenernya ada tiga jalur yang bisa dilalui buat menuju ke bukit moko

1. Jalur Bojong Koneng …. tapi berhubung belum pernah nyobain kesana dan kita lagi ngeburu Sunset jadinya ntar lagi aja nyoba jalur ini 😀

2. Jalur Cimuncang …. ampe Pasir Honje sih jalanannya lumayan bagus tapi begitu lewat Pasir Honje jalannya berbatu dan kurang enak dilewati, so kita coret via jalur ini…

3. Jalur Padasuka …. nah ini jalur ke bukit Moko yang paling bersahabat, walopun selepas Pasir Layung tanjakannya kurang bersahabat hehehehe..tapi paling nggak dengan kondisi jalan yang cukup bagus perjalanan akan mengalami sedikit hambatan…

akses kesana susah-susah gampang soalnya buat para pengendara yang belum terbiasa sih mungkin akan menjadi medan yang cukup berat soalnya banyak tanjakan dan tikungan yang curam, selain itu kondisi jalan yang sempit juga bikin para pengendara harus ekstra hati-hati…..Oh iya jalanan yang mulus itu bisa dinikmati sampe daerah Cartil (Caringin Tilu) sebenernya disini juga kita udah bisa melihat view Kota Bandung tambahan juga di daerah ini juga udah banyak saung-saung buat pengunjung nikmati view kota Bandung sambil ngopi-ngopi atau ngobrol-ngobrol santai bareng keluarga ataupun kerabat…

back to Moko, perjalanan menuju moko sih sebenernya bakal disuguhi sama view yang keren, cuma kebetulan aja lagi musim panas, ladang-ladang penduduk sekitar terlihat kering dan kita cuma bisa lihat hamparan tanah-tanah merah yang kering dan juga bongkahan-bongkahan batu…..

selepas Cartil jalanan mulai kurang bersahabat, jalanan berbatu saran aja nih.. klo mau bawa mobil mikir dua kali deh (atau paling nggak bawa mobil jeep untuk mobil sedan nggak disaranin 😀 )

selepas gapura desa *heuheuheu lupa nama desanya soalnya gak nanya 😛 * pokoknya patokannya hutan pinus artinya kita dah nyampe nanti kita ambil jalur kiri *pokoknya ambil jalan batu yang nanjak* atau tanya aja sama penduduk sekitar Warung Dawueng pasti langsung ditunjukin………………..

nyampe dilokasi kita langsung disambut dengan view kota Bandung yang ciamiiiikkkk…!!!!! serius, view kota Bandung yang bisa diliat dari ujung timur sampei ujung barat…keren abis lah, selain itu juga dari bukit ini kita bisa liat sunset yang keren *tapi klo sunrise kayaknya bakal lebih keren lagi* bukit ini merupakan bukit tertinggi diantara bukit-bukit di sekitarnya…nah, klo di Cartil itu kita cuma bisa liat view kota Bandung ajah..klo di bukit Moko ini kita juga bisa dikasih pemandangan plus-plus… liat sunset atawa sunrise *klo pagi* trus bisa liat hamparan ladang penduduk *sayang lagi kering jadinya gak bisa ilat hamparan ladang yang menghijau* trus bisa juga liat jajaran Gunung Tangkupanperahu dan Burangrang didepan mata *keren pisaaan*
selain itu juga hawanya sejuk-sejuk cemanaaaa gitu…gak heran klo tempat ini banyak juga didatangi pasangan-pasangan yang lagi dimabuk cinta *aiihhh apeee lagiii *

Sunset1

Sunset 2

Sunset 3

Sunset 6

(titik hitam efek blitz)

Adzan Maghrib berkumandang, saatnya berbukaaa…untuk masalah makanan gak usha khawatir disini ada warung Dawueng, konsepnya sih kayak cafe-cafe yang ada di lembang…berdinding kayu trus lesehan, tapi sayang warung ini kurang perawatan jadi terkesan seadanya padahal kalo warungnya sedikit dipoles dan akses kesananya diperbaiki pasti warung ini bakal jadi warung favorite buat para view hunter…………………………………….

petang berganti malam… udarapun makin terasa dingin… jam 18.40 kita pun cabut dari bukit Moko….

Taking a picture*behind the scene*

7018_1115609931872_1275681669_290178_4949436_n*kereeen cuy*

saran buat yang mau ke bukit Moko

1. Bawa Kamera, soalnya sayang klo view yang keren dilewatkan begitu sajah

2. Klo mau bawa mobil pastikan dalam kondisi yang bagus..sangat tidakdisarankan bawa sedan ripuuuh!!!

3. pastikan kondisi motor (buat yg bermotor) dalam keadaan fit dan full bahan bakar (soalnya gak ada yang jualan bensin dalam keadaan darurat)

Moko…kapan-kapan kesini lagi ah…!!!